Search

SITUS IHIK CERITA DEWASA

cerita dewasa download bokep

Cerita Sex Mbak Mira Yang Hot

Cerita Sex Mbak Mira Yang Hot
Cerita Sex Mbak Mira Yang Hot

Cerita Sex Mbak Mira Yang Hot 2016,cerita bokep terupdate,cerita bokep terbaru,cerita bokep,cerita ngentot 2016,cerita ngentot terupdate,cerita ngentot terbaru,cerita ngentot, Selesai sekolah Sabtu itu langsung dilanjutkan rapat pengurus OSIS. Rapat itu dilakukan
sebagai persiapan sekaligus pembentukan panitia kecil pemilihan OSIS yang baru.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, pemilihan dimaksudkan sebagai regenerasi dan
anak-anak kelas 3 sudah tidak boleh lagi dipilih jadi pengurus, kecuali
beberapa orang pengurus inti yang bakalan “naik pangkat” jadi penasihat. Usai
rapat, aku bergegas mau langsung pulang, soalnya sorenya ada acara rutin
bulanan: pulang ke rumah orang tua di kampung. Belum sempat aku keluar dari
pintu ruangan rapat, suara nyaring cewek memanggilku.
“Didik .. “ aku menoleh, ternyata Farah yang langsung
melambai supaya aku mendekat.
“Dik, jangan pulang dulu. Ada sesuatu yang pengin aku
omongin sama kamu,” kata Farah setelah aku mendekat.
“Tapi Rah, sore ini aku mau ke kampung. Bisa nggak dapet bis
kalau kesorean,” jawabku.
“Cuman sebentar kok Dik. Kamu tunggu dulu ya, aku beresin
ini dulu,” Farah agak memaksaku sambil membenahi catatan-catatan rapat.
Akhirnya aku duduk kembali.
“Dik, kamu pacaran sama Mela ya?” tanya Farah setelah
ruangan sepi, tinggal kami berdua. Aku baru mengerti, Farah sengaja
melama-lamakan membenahi catatan rapat supaya ada kesempatan ngomong berdua
denganku.
“Emangnya, kenapa sih?” aku balik bertanya.
“Enggak ada apa-apa sih .. “ Farah berhenti sejenak.
“Emmm, pingin nanya aja.”
“Enggak kok, aku nggak pacaran sama Mela,” jawabku datar.
“Ah, masa. Temen-temen banyak yang tahu kok, kalau kamu suka
jalan bareng sama Mela, sering ke rumah Mela,” kata Farah lagi.
“Jalan bareng kan nggak berarti pacaran tho,” bantahku.
“Paling juga pakai alasan kuno ‘Cuma temenan’,” Farah
berkata sambil mencibir, sehingga wajahnya kelihatan lucu, yang membuatku
ketawa.
“Cowok di mana-mana sama aja, banyak bo’ongnya.”
“Ya terserah kamu sih kalau kamu nganggep aku bohong. Yang
jelas, aku bilang bahwa aku nggak pacaran sama Mela.”
Aku sama sekali tidak
bohong pada Farah, karena aku sama Mela memang sudah punya komitmen untuk
‘tidak ada hubungan lebih. Maksudnya, hubunganku dengan Mela hanya sekedar
untuk kesenangan dan kepuasan, tanpa janji atau ikatan di kemudian hari. Hal
itu yang kujelaskan seperlunya pada Farah, tentunya tanpa menyinggung soal
‘seks’ yang jadi menu utama hubunganku dengan Mela.
“Nanti malem, mau nggak kamu ke rumahku?” tanya Mela sambil
melangkah keluar ruangan bersamaku.
“Kan udah kubilang tadi, aku mau pulang ke rumah ortu
nanti,” jawabku.
“Ke rumah ortu apa ke rumah Mela?” tanya Farah dengan nada
menyelidik dan menggoda.
“Kamu mau percaya atau ga sih, terserah. Emangnya kenapa
sih, kok nyinggung-nyinggung Mela terus?” aku gantian bertanya.
“Enggak kok, nggak kenapa-kenapa,” elak Farah. Akhirnya kami
jalan bersama sambil ngobrol soal-soal ringan yang lain.
Aku dan Farahpun berpisah di gerbang sekolah. Farah sudah
ditunggu sopirnya, sedang aku langsung menuju halte. Sebelum berpisah, aku
sempat berjanji untuk main ke rumah Farah lain waktu.
*****
Cerita Seks Terbaru
cerita hot 2016,cerita hot terupdate,cerita hot terbaru,cerita hot,cerita lucah 2016,cerita lucah terupdate,cerita lucah terbaru,cerita lucah,
Cerita Dewasa Terbaru
Diam-diam aku merasa geli. Masak malam minggu itu
jalan-jalan sama Farah harus ditemani kakaknya, dan diantar sopir lagi.
Jangankan untuk ML, sekedar menciumpun rasanya hampir mustahil. Sebenarnya aku
agak ogah-ogahan jalan-jalan model begitu, tapi rasanya tidak mungkin juga
untuk membatalkan begitu saja.
Rupanya aturan orang tua Farah yang ketat itu, bakalan
membuat hubunganku dengan Farah jadi sekedar roman-romanan saja. Praktis acara
pada saat itu hanya jalan-jalan ke Mall dan makan di ‘food court’. Di tengah
rasa bete itu aku coba menghibur diri dengan mencuri-curi pandang pada Mbak Mira,
baik pada saat makan ataupun jalan. Mbak Mira, adalah kakak sulung Farah yang
kuliah di salah satu perguruan tinggi terkenal di kota ‘Y’. Dia pulang setiap 2
minggu atau sebulan sekali. Sama sepertiku, hanya beda level. Kalau Mbak Mira
kuliah di ibukota propinsi dan mudik ke kotamadya, sedang aku sekolah di
kotamadya mudiknya ke kota kecamatan. Wajah Mbak Mira sendiri hanya masuk
kategori lumayan.
Agak jauh dibandingkan Farah. Kuperhatikan wajah Mbak Mira
mirip ayahnya sedang Farah mirip ibunya. Hanya Mbak Mira ini lumayan tinggi,
tidak seperti Farah yang pendek, meski sama-sama agak gemuk. Kuperhatikan daya
tarik seksual Mbak Mira ada pada toketnya. Lumayan gede dan kelihatan menantang
kalau dilihat dari samping,Cerita Sex sehingga rasa-rasanya ingin tanganku
menyusup ke balik T-Shirtnya yang longgar itu. Aku jadi ingat Mela. Ah,
seandainya aku tidak ke rumah Farah, pasti aku sudah melayang bareng Mela. Saat
Farah ke toilet, Mbak Mira mendekatiku.
“Heh, awas kamu jangan macem-macem sama Farah!” katanya
tiba-tiba sambil memandang tajam padaku.
“Maksud Mbak, apa?” aku bertanya tidak mengerti.
“Farah itu anak lugu, tapi kamu jangan sekali-kali manfaatin
keluguan dia!” katanya lagi.
“Ini ada apa sih Mbak?” aku makin bingung.
“Alah, pura-pura. Dari wajahmu itu kelihatan kalau kamu dari
tadi bete,” aku hanya diam sambil merasa heran karena apa yang dikatakan Mbak Mira
itu betul.
“Kamu bete, karena malem ini kamu nggak bisa ngapa-ngapain
sama Farah, ya kan?” aku hanya tersenyum, Mbak Mira yang tadinya tutur katanya
halus dan ramah berubah seperti itu.
“Eh, malah senyam-senyum,” hardiknya sambil melotot.
“Memang nggak boleh senyum. Abisnya Mbak Mira ini lucu,”
kataku.
“Lucu kepalamu,” Mbak Mira sewot.
“Ya luculah. Kukira Mbak Mira ini lembut kayak Farah,
ternyata galak juga!” Aku tersenyum menggodanya.
“Ih, senyam-senyum melulu Senyummu itu senyum mesum tahu,
kayak matamu itu juga mata mesum!” Mbak Mira makin naik, wajahnya sedikit
memerah.
“Mbak cakep deh kalau marah-marah,” makin Mbak Mira marah,
makin menjadi pula aku menggodanya.
“Denger ya, aku nggak lagi bercanda. Kalau kamu berani
macem-macem sama adikku, aku bisa bunuh kamu!” kali ini Mbak Mira nampak
benar-benar marah.
Akhirnya kusudahi juga menggodanya melihat Mbak Mira seperti
itu, apalagi pengunjung mall yang lain kadang-kadang menoleh pada kami.
Kuceritakan sedikit tentang hubunganku dengan Farah selama ini, sampai pada
acara ‘apel’ pada saat itu.
“Kalau soal pengin ngapa-ngapain, yah, itu sih awalnya
memang ada. Tapi, sekarang udah lenyap. Farah sepertinya bukan cewek yang tepat
untuk diajak ngapa-ngapain, dia mah penginnya roman-romanan aja,” kataku
mengakhiri penjelasanku.
“Kamu ini ngomongnya terlalu terus-terang ya?” Nada Mbak Mira
sudah mulai normal kembali.
“Ya buat apa ngomong mbulet. Bagiku sih lebih baik begitu,”
kataku lagi.
“Tapi .. kenapa tadi sama aku kamu beraninya lirak-lirik
aja. Nggak berani terus-terang mandang langsung?” Aku berpikir sejenak mencerna
maksud pertanyaan Mbak Mira itu. Akhirnya aku mengerti, rupanya Mbak Mira tahu
kalau aku diam-diam sering memperhatikan dia.
“Yah .. masak jalan sama adiknya, Mbak-nya mau diembat
juga,” kataku sambil garuk-garuk kepala.
Setelah itu Farah muncul dan
dilanjutkan acara belanja di dept. store di mall itu. Selama menemani kakak
beradik itu, aku mulai sering mendekati Mbak Mira jika kulihat Farah sibuk
memilih-milih pakaian. Aku mulai lancar menggoda Mbak Mira. Hampir jam 10 malam
kami baru keluar dari mall. Lumayan pegal-pegal kaki ini menemani dua cewek
jalan-jalan dan belanja. Sebelum keluar dari mall Mbak Mira sempat memberiku
sobekan kertas, tentu saja tanpa sepengetahuan Farah.
“Baca di rumah,” bisiknya.

***
Aku lega melihat Mbak Mira datang ke counter bus PATAS AC
seperti yang diberitahukannya lewat sobekan kertas. Kulirik arloji menunjukkan
jam setengah 9, berarti Mbak Mira terlambat setengah jam.
“Sori terlambat. Mesti ngrayu Papa-Mama dulu, sebelum
dikasih balik pagi-pagi,” Mbak Mira langsung ngerocos sambil meletakkan
hand-bag-nya di kursi di sampingku yang kebetulan kosong.
Sementara aku tak berkedip memandanginya. Mbak Mira nampak
sangat feminin dalam kulot hitam, blouse warna krem, dan kaos yang juga
berwarna hitam. Tahu aku pandangi, Mbak Mira memencet hidungku sambil
ngomel-ngomel kecil,Cerita Sex dan kami pun tertawa. Hanya sekitar sepuluh
menit kami menunggu, sebelum bus berangkat. Dalam perjalanan di bus, aku tak
tahan melihat Mbak Mira yang merem sambil bersandar. Tanganku pun mulai
mengelu-elus tangannya. Mbak Mira membuka mata, kemudian bangun dari
sandarannya dan mendekatkan kepalanya padaku.

“Gimana, Mbaknya mau di-embat juga?” ledeknya sambil
berbisik.
“Kan lain jurusan,” aku membela diri.
“Adik-nya jurusan roman-romanan, Mbak-nya jurusan … “ Aku
tidak melanjutkan kata-kataku, tangan Mbak Mira sudah lebih dulu memencet
hidungku. Selebihnya kami lebih banyak diam sambil tiduran selama perjalanan.
***

Yang disebut kamar kos oleh Mbak Mira ternyata sebuah
paviliun. Paviliun yang ditinggali Mbak Mira kecil tapi nampak lux, didukung
lingkungannya yang juga perumahan mewah.
“Kok bengong, ayo masuk,” Mbak Mira mencubit lenganku.
“Peraturan di sini cuman satu, dilarang mengganggu tetangga.
Jadi, cuek adalah cara paling baik.” Aku langsung merebahkan tubuhku di karpet
ruang depan, sementara setelah meletakkan hand-bag-nya di dekat kakiku, Mbak Mira
langsung menuju kulkas yang sepertinya terus on.
“Nih, minum dulu, habis itu mandi,” kata Mbak Mira sambil
menuangkan air dingin ke dalam gelas.
“Kan tadi udah mandi Mbak,” kataku.
“Ih, jorok. Males aku deket-deket orang jorok,” Mbak Mira
tampak cemberut.
“Kalau gitu, aku duluan mandi,” katanya sambil menyambar
hand-bag dan menuju kamar. Aku lihat Mbak Mira tidak masuk kamar, tapi hanya
membuka pintu dan memasukkan hand-bag-nya. Setelah itu dia berjalan ke belakang
ke arah kamar mandi.
“Mbak,” Mbak Mira berhenti dan menoleh mendengar
panggilanku.
“Aku mau mandi, tapi bareng ya?”
“Ih, maunya .. “ Mbak Mira menjawab sambil tersenyum.
Melihat itu aku langsung bangkit dan berlari ke arah Mbak Mira. Langsung
kupeluk dia dari belakang tepat di depan pintu kamar mandi.Cerita Sex
Kusibakkan rambutnya, kuciumi leher belakangnya, sambil
tangan kiriku mengusap-usap pinggulnya yang masih terbungkus kulot. Terdengar
desahan Mbak Mira, sebelum dia memutar badan menghadapku. Kedua tangannya
dilingkarkan ke leherku.

“Katanya mau mandi?” setelah berkata itu, lagi-lagi hidungku
jadi sasaran, dipencet dan ditariknya sehingga terasa agak panas. Setelah itu
diangkatnya kaosku, dilepaskannya sehingga aku bertelanjang dada. Kemudian
tangannya langsung membuka kancing dan retsluiting jeans-ku. Lumayan cekatan
Mbak Mira melakukannya, sepertinya sudah terbiasa. Seterusnya aku sendiri yang
melakukannya sampai aku sempurna telanjang bulat di depan Mbak Mira.
“Ih, nakal,” kata Mbak Mira sambil menyentil rudalku yang
terayun-ayun akibat baru tegang separo.
“Sakit Mbak,” aku meringis.
“Biarin,” kata Mbak Mira yang diteruskan dengan melepas
blouse-nya kemudian kaos hitamnya, sehingga bagian atas tinggal BH warna hitam
yang masih dipakainya.
Aku tak berkedip memandangi sepasang toket Mbak Mira yang
masih tertutup BH, dan Mbak Mira tidak melanjutkan melepas pakainnya semua
sambil tersenyum menggoda padaku. Birahi benar-benar sudah tak bisa kutahan.
Langsung kuraih dan naikkan BH-nya, sehingga sepasang toket-nya yang besar itu
terlepas.
“Ih, pelan-pelan. Kalau BH-ku rusak, emangnya kamu mau
ganti,” lagi-lagi hidungku jadi sasaran.
Tapi aku sudah tidak peduli. Sambil
memeluknya mulutku langsung mengulum tokenya yang sebelah kanan. Mbak Mira
tidak berhenti mendesah sambil tangannya mengusap-usap rambutku. Aku makin
bersemangat saja, mulutku makin rajin menggarap toketnya sebelah kanan dan kiri
bergantian. Kukulum, kumainkan dengan lidah dan kadang kugigit kecil. Akibat
seranganku yang makin intens itu Mbak Mira mulai menjerit-jerit kecil di
sela-sela desahannya. Beberapa menit kulakukan aksi yang sangat dinikmati Mbak Mira
itu,Cerita Sex sebelum akhirnya dia mendorong kepalaku agar terlepas dari
toketnya. Mbak Mira kemudian melepas BH, kulot dan CD-nya yang juga berwarna
hitam. Sementara bibirnya nampak setengah terbuka sambil mendesi lirih dan
matanya sudah mulai sayu, pertanda sudah horny berat. Belum sempat mataku
menikmati tubuhnya yang sudah telanjang bulat, tangan kananya sudah menggenggam
rudalku. Kemudian Mbak Mira berjalan mundur masuk kamar mandi sementara rudalku
ditariknya.

Aku meringis menahan rasa sakit, sekaligus pengin tertawa
melihat kelakuan Mbak Mira itu. Mbak Mira langsung menutup pintu kamar mandi
setelah kami sampai di dalam, yang diteruskan dengan menghidupkan shower.
Diteruskannya dengan menarik dan memelukku tepat di bawah siraman air dari
shower. Dan …
“mmmmhhhh ….” bibirnya sudah menyerbu bibirku dan
melumatnya. Kuimbangi dengan aksi serupa. Seterusnya, siraman air shower
mengguyur kepala, bibir bertemu bibir, lidah saling mengait, tubuh bagian depan
menempel ketat dan sesekali saling menggesek, kedua tangan mengusap-usap bagian
belakang tubuh pasangan,
“Aaaaaahhh,” nikmat luar biasa.
Tak ingat berapa lama kami
melakukan aksi seperti itu, kami melanjutkannya dalam posisi duduk, tak ingat
persis siapa yang mulai. Aku duduk bersandar pada dinding kamar mandi, kali ku
luruskan, sementar Mbak Mira duduk di atas pahaku, lututnya menyentuh lantai
kamar mandi. Kemudian kurasakan Mbak Mira melepaskan bibirnya dari bibirku,
pelahan menyusur ke bawah. Berhenti di leherku, lidahnya beraksi menjilati
leherku, berpMira-pMira. Setelah itu, dilanjutkan ke bawah lagi, berhenti di
dadaku. Sebelah kanan-kiri, tengah jadi sasaran lidah dan bibirnya. Kemudian
turun lagi ke bawah, ke perut, berhenti di pusar. Tangannya menggenggam
rudalku, didorong sedikit ke samping dengan lembut, sementara lidahnya terus
mempermainkan pusarku.
Puas di situ, turun lagi, dan bijiku sekarang yang jadi
sasaran. Sementara lidahnya beraksi di sana, tangan kanannya mengusap-usap
kepala rudalku dengan lembut. Aku sampai berkelojotan sambil mengerang-erang
menikmati aksi Mbak Mira yang seperti itu. Pelahan-lahan bibirnya merayap naik
menyusuri batang rudalku, dan berhenti di bagian kepala, sementara tangannya
ganti menggenggam bagian batang. Kepala rudalku dikulumnya, dijilati, berpMira
dan berputar-putar, sehingga tak satu bagianpun yang terlewat. Beberapa saat
kemudian, kutekan kepala Mbak Mira ke bawah, sehingga bagian batanku pun masuk
2/3 ke mulutnya. Digerakkannya kepalanya naik turun pelahan-lahan,
berkali-kali. Kadang-kadang aksinya berhenti sejenak di bagian kepala, dijilati
lagi, kemudian diteruskan naik turun lagi.
Pertahananku nyaris jebol, tapi aku belum mau terjadi saat
itu. Kutahan kepalanya, kuangkat pelan, tapi Mbak Mira seperti melawan. Hal itu
terjadi beberapa kali, sampai akhirnya aku berhasil mengangkat kepalanya dan
melepas rudalku dari mulutnya. Kuangkat kepala Mbak Mira, sementara matanya
terpejam. Kudekatkan, dan kukulum lembut bibirnya. Pelan-pelan kurebahkan Mbak Mira
yang masih memejamkan mata sambil mendesis itu ke lantai kamar mandi. Kutindih
sambil mulutku melahap kedua toketnya, sementara tanganku meremasnya
bergantian.
Erangannya, desahannya, jeritan-jeritan kecilnya
bersahut-sahutan di tengah gemericik siraman air shower. Kuturunkan lagi
mulutku, berhenti di gundukan yang ditumbuhi bulu lebat, namun tercukur dan
tertata rapi. Beberapa kali kugigit pelan bulu-bulu itu, sehingga pemiliknya
menggelinjang ke kanan kiri. Kemudian kupisahkan kedua pahanya yang putih,besar
dan empuk itu. Kubuka lebar-lebar. Kudaratkan bibirku di bibir vaginanya,
kukecup pelan. Kujulurkan lidahku, kutusuk-tusukan pelan ke daging menonjol di
antar belahan vagina Mbak Mira.
Pantat Mbak Mira mulai bergoyang-goyang pelahan, sementara
tangannya menjambak atau lebih tepatnya meremas rambutku, karena jambakannya
lembut dan tidak menyakitkan. Kumasukkan jari tengahku ku lubang vaginanya, ku
keluar masukkan dengan pelan. Desisan Mbak Mira makin panjang, dan sempat ku
lirik matanya masih terpejam. Kupercepat gerakan jariku di dalam lubang vaginanya,
tapi tangannya langsung meraih tanganku yang sedang beraksi itu dan menahannya.
Kupelankan lagi, dan Mbak melepas tangannya dari tanganku.
Setiap kupercepat lagi, tangan Mbak Mira meraih tanganku
lagi, sehingga akhirnya aku mengerti dia hanya mau jariku bergerak pelahan di
dalam vaginanya. Beberapa menit kemudian, kurasakan Mbak Mira mengangkat
kepalaku menjauhkan dari vaginanya. Mbak Mira membuka mata dan memberi isyarat
padaku agar duduk bersandar di dinding kamar mandi. Seterusnya merayap ke
atasku, mengangkang tepat di depanku. Tangannya meraih rudalku, diarahkan dan
dimasukkan ke dalam lubang vaginanya.
“Oooooooooooohh ,” Mbak Mira melenguh panjang dan matanya
kembali terpejam saat rudalku masuk seluruhnya ke dalam vaginanya. Mbak Mira
mulai bergerak naik-turun pelahan sambil sesekali pinggulnya membuat gerakan
memutar. Aku tidak sabar menghadapi aksi Mbak Mira yang menurutku terlalu
pelahan itu, mulai kusodok-sodokkan rudalku dari bawah dengan cukup cepat. Mbak
Mira menghentikan gerakannya, tangannya menekan dadaku cukup kuat sambil kepala
menggeleng, seperti melarangku melakukan aksi sodok itu. Hal itu terjadi
beberapa kali, yang sebenarnya membuatku agak kecewa, sampai akhirnya Mbak Mira
membuka matanya, tangannya mengusap kedua mataku seperti menyuruhkan memejamkan
mata.
Aku menurut dan memejamkan mataku. Setelah beberapa saat aku
memejamkan mata, aku mulai bisa memperhatikan dengan telingaku apa yang dari
tadi tidak kuperhatikan, aku mulai bisa merasakan apa yang dari tadi tidak
kurasakan.
Desahan dan erangan Mbak Mira ternyata sangat teratur dan
serasi dengan gerakan pantatnya,sehingga suara dari mulutnya, suara alat
kelamin kami yang menyatu dan suara siraman air shower seperti sebuah harmoni
yang begitu Mira. Dalam keterpejaman mata itu, aku seperti melayang-layang dan
sekelilingku terasa begitu Mira, seperti nama waMela yang sedang menyatu
denganku. Kenikmatan yang kurasakan pun terasa lain, bukan kenikmatan luar
biasa yang menhentak-hentak, tapi kenikmatan yang sedikit-sedikit, seperti
mengalir pelahan di seluruh syarafku, dan mengendap sampai ke ulu hatiku.
Beberapa menit kemudian gerakan Mbak Mira berhenti pas saat
rudalku amblas seluruhnya. Ada sekitar 5 detik dia diam saja dalam posisi
seperti itu. Kemudian kedua tangannya meraih kedua tanganku sambil melontarkan
kepalanya ke belakang. Kubuka mataku, kupegang kuat-kuat kedua telapak
tangannya dan kutahan agar Mbak Mira tidak jatuh ke belakang. Setelah itu
pantatnya membuat gerakan ke kanan-kiri dan terasa menekan-nekan rudal dan
pantatku.
“Aaa .. aaaaaa … aaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhh,” desahan dan
jeritan kecil Mbak Mira itu disertai kepala dan tubuhnya yang bergerak ke
depan. Mbak Mira menjatuhkan diri padaku seperti menubruk, tangannya memeluk
tubukku, sedang kepalanya bersandar di bahu kiriku. Ku balas memeluknya dan
kubelai-belai Mbak Mira yang baru saja menikmati orgasmenya. Sebuah cara
orgasme yang eksotik dan artistik. Setelah puas meresapi kenikmatan yang baru
diraihnya, Mbak Mira mengangkat kepala dan membuka matanya. Cerita Sex
Dia tersenyum yang diteruskan mencium bibirku dengan lembut.
Belum sempat aku membalas ciumannya, Mbak Mira sudah bangkit dan bergeser ke
samping. Segera kubimbing dia agar rebahan dan telentang di lantai kamar mandi.
Mbak Mira mengikuti kemauanku sambil terus menatapku dengan senyum yang tidak
pernah lepas dari bibirnya. Kemudian kuarahkan rudalku yang rasanya seperti
empot-empotkan ke lubang vaginanya, kumasukkan seluruhnya. Setelah amblas
semuanya Mbak Mira memelekku sambil berbisik pelan.
“Jangan di dalam ya sayang, aku belum minum obat,” aku
mengangguk pelan mengerti maksudnya. Setelah itu mulai kugoyang-goyang pantatku
pelan-pelan sambil kupejamkan mata. Aku ingin merasakan kembali kenikmatan yang
sedikit-sedikit tapi meresap sampai ke ulu hati seperti sebelumnya. Tapi aku
gagal, meski beberapa lama mencoba. Akhirnya aku membuat gerakan seperti biasa,
seperti yang biasa kulakukan pada tante Ani atau Mela. Bergerak maju mundur
dari pelan dan makin lama makin cepat.
“Aaaah… Hoooohh,” aku hampir pada puncak, dan Mbak Mira
cukup cekatan.
Didorongnya tubuhku sehingga rudalku terlepas dari vaginanya.
Rupanya dia tahu tidak mampu mengontrol diriku dan lupa pada pesannya.
Seterusnya tangannya meraih rudalku sambil setengah bangun. Dikocok-kocoknya
dengan gengaman yang cukup kuat, seterusnya aku bergeser ke depan sehingga
rudalku tepat berada di atas perut Mbak Mira.
“Aaaaaaaah … aaaaaaahhh … crottt… crotttt ..,” beberapa kali
spermaku muncrat membasahi dada dan perut Mbak Mira. Aku merebahku tubuhku yang
terasa lemas di samping Mbak Mira, sambil memandanginya yang asyik mengusap
meratakan spermaku di tubuhnya.
“Hampir lupa ya?” lagi-lagi hidungku jadi sasarannya waktu
Mbak Mira mengucapkan kata-kata itu.

***
Selama di bus dalam perjalanan pulang aku memejamkan mata
sambil mengingat-ingat pengalaman yang baru saja ku dapat dari Mbak Mira. Saat
di kamar mandi, dan saat mengulangi sekali lagi di kamarnya. Seorang waMela
dengan gaya bersetubuh yang begitu lembut dan penuh perasaan.
“Kalau sekedar mengejar kepuasan nafsu, itu gampang. Tapi
aku mau lebih. Aku mau kepuasan nafsuku selaras dengan kepuasan yang terasa di
jiwaku.” Kepuasan yang terasa di jiwa, itulah hal yang kudapat dari Mbak Mira
dan hanya dari Mbak Mira, karena kelak setelah gonta-ganti pasangan, tetap saja
belum pernah kudapatkan kenikmatan seperti yang kudapatkan dari Mbak Mira.
Kepuasan dan kenikmatan yang masih terasa dalam jangka waktu yang cukup lama
meskipun persetubuhan berakhir.
“Ingat ya, jangan pernah sekali-kali kamu lakukan sama Farah.
Kalau sampai kamu lakukan, aku tidak akan pernah memaafkan kamu!” Aku
terbangun, rupanya dalam tidurku aku bermimpi Mbak Mira memperingatkanku
tentang Farah, adiknya. Dan bus pun sudah mulai masuk terminal.

Kisah Sex KKN Membawa Nikmat

Kisah Sex KKN Membawa Nikmat
Kisah Sex KKN Membawa Nikmat

Halo kawan-kawan semua penyuka cerita sex , ijinkanlah
saya menceritakan pengalamanku waktu KKN (Kuliah Kerja Nyata) Januari lalu.
Demi menjaga privasi orang yang berada dalam cerita ini disamarkan namanya, dan
maaf kalo penggunaan bahasanya agak formal, langsung saja.
Perkenalkan, nama ku Sulis, mahasiswa tingkat akhir di salah
satu perguruan tinggi negeri terkenal di kota Surabaya, dan kebetulan aku juga
asli dari kota Surabaya tersebut, jadi aku tidak kos. Banyak orang mengatakan sih
wajahku ini pas, kadang pas jeleknya kadang pas gantengnya, hahahaha.
Pada Januari lalu, aku baru saja malaksanakan kegiatan KKN
di kampus ku, berbeda dengan teman2ku yang lain yang sudah melaksanakannya pada
bulan puasa tahun lalu. Ya maklum lah, mahasiswa dengan nilai pas-pas an, IP
dari 1, 2, 3 juga udah pernah, yang 4 nya belum sih ehehehe.
Kebetulan, pada saat pembagian kelompok, aku berbarengan
dengan seorang cewek yang juga sejurusan denganku, sebut saja Tiara. Tetapi
kita kenal hanya sebatas kenal karena satu angkatan dan satu jurusan. Kalo
boleh dibilang sih, cewek sejurusanku ini cantik lah, tingginya kurang lebih
sekitar 155cm an, rambutnya panjang terurai, dengan tubuh yang tidak gemuk dan
tidak kurus, pas lah menurut ku. Kalo bicara soal buah dada sih, relatif ya,
tiap orang punya selera masing-masing. Untuk ukuran buah dadanya sih standar,
34a atau 34b lah.
Dari sejak awal survey lokasi desa yang akan kami tempati,
kami berdua selalu bersama, jadi dengan KKN ini kita menjadi semakin dekat.
Pada saat survey pertama dia masih menumpag dengan teman KKN
ku, namun pada saat survey ke dua, entah angin darimana dia mengajakku untuk
survey berdua saja, maklum pada saat itu teman-temanku yang lain masih pada
sibuk dengan urusan masing-masing dan yang bisa hanya kami. Awalnya aku sih
berpikiran santai, tapi kadang terlintas di pikiranku takutnya teman-temanku
yang lain berpikiran yang aneh-aneh, dan akhirnya aku menyarankan Tiara untuk
mengajak teman satu lagi dengan alasan supaya rame.
Singkat cerita kita akhirnya berangkat dengan teman KKN ku
cewek 1 lagi dengan pacarnya dan aku berboncengan dengan Tiara. Selama
perjalanan aku sedikit tidak konsentrasi karena dadanya yang selalu nempel pada
punggungku, dan aku sengaja menaruh tas ku di depan karena desa yang akan kami
gunakan untuk KKN lumayan dingin, selain itu karena jalan yang naik turun dan
motorku yang model ayam jago yang jok belakangnya agak naik, membuatnya selalu
merosot dan buah dadanya yang lumayan dan empuk itu nempel di punggungku, aku
perhatikan dari spion motorku tampak membenarkan posisi duduknya, semakin nggak
karuan nyetir, dari berangkat sampai aku mengantarkannya ke kosnya, udah
kemana-mana pikiran.
Singkat cerita kita tiba di hari H dimana kita tinggal di
rumah warga yang berada di pedesaan yang lumayan dingin. Selama KKN, kemanapun
kelompokku ada acara atau main, aku dan temanku Tiara ini selalu bersama, udah
nggak bisa dipisah lah kalo dibilang, hehehe. Oya si Tiara udah punya pacar
juga, dan pacarnya mempercayakan Tiara ke ane untuk jaga doi, soalnya udah
pernah ketemu juga sama pacarnya Tiara, ya ane sih iya-iya aja, toh paling juga
gitu-gitu aja.
Selama 1 bulan lebih sedikit, kegiatan KKN ya gitu aja,
selama di tempat kami tinggal, aku perhatiin si Tiara bajunya ya baju rumahan
biasa cuma kadang suka nerawang sehingga nampak BH nya yang warna warni, sering
aku ngingetin juga ke Tiara kalo BH nya itu keliatan ato sejenisnya, ya maklum
sih naluri dari jaman SMA kalo ada temen cewek yang keliatan BH nya gitu suka
ngingetin tapi nggak menutup kemungkinan curi-curi juga, hehehe. Kami berdua
pun semakin dekat, saat kita foto, dia lebih sering ngerangkul aku, dan
bodohnya aku malah pasang muka bingung, saat tanganku agak longgarpun dia nggak
segan-segan untuk menggandeng tanganku sehingga aku pun merasakan tonjolan buah
dadanya yang lumayan itu.
Pada minggu ke dua saat program kerja udah mulai jalan, kita
sibuk dengan program kerja masing-masing sesuai jurusannya, aku dan Tiara
sengaja menyamakan agar kita bisa bareng terus gitu. Saat aku dan Tiara sudah
selesai dengan program kerja kami entah kenapa ingin pulang dulu, teman-temanku
yang lain pun tanpa menaruh curiga mengiyakan saja dan kami pun pulang.
Setiba di rumah, tidak ada orang sama sekali, pikirku
pemilik rumah ini lagi ke warung karena memang punya warung yang tidak begitu
jauh dari rumah. Akhirnya Tiara langsung ke kamar begitu juga aku untuk ganti
baju dan tiduran santai karena merasa capek. Tiba-tiba Tiara memanggilku dari
atas, oya letak kamar cowok dan cewek ini atas bawah, kami para cowok di bawah
sedangkan di atas kamar cewek dan toilet. Aku pun datang dan menanyakan ada
apa, ternyata si Tiara ingin ngobrol-ngobrol denganku, kita bicara macam-macam
dari saat dia SMA dan kesibukannya, tetapi saat aku bertanya tentang pacarnya,
doi terdiam sejenak dan tiba-tiba air matanya keluar.
Kisah Mesum 2016
kisah sex 2016,kisah seks 2016,kisah dewasa 2016,kisah mesum 2016,kisah bokep 2016,kisah ngentot 2016,kisah hot 2016,kisah porno 2016,kisah sange 2016,kisah telanjang 2016,kisah panas 2016,kisah syur 2016,kisah lesby 2016,kisah gay 2016, kisah lucah 2016,kisah homo 2016,
Kisah Hot 2016

Bingung bukan kepalang karena aku jarang menghadapi seorang
cewek yang nangis dihadapan langsung, saat kuberanikan bertanya lagi, ternyata
dia lagi ada masalah dengan pacarnya dan katanya lagi putus. Iya sih, beberapa
hari sebelumnya saat dia murung juga aku tanya kenapa, dan memang lagi ada
masalah. Ya aku nggak bisa berbuat banyak selain menenangkannya, saat aku coba
beranikan membelai rambutnya yang terurai dia hanya diam saja, lalu aku
mengusap air matanya, dia tampak kaget dengan perlakuanku ini, lalu
digenggamnya tanganku.
Aku pun bingung ada apa, dan kami bertatapan mata lumayan
lama sehingga entah siapa yang memulai bibir kami sudah bersentuhan tipis. Aku
rasakan pergerakan nafasnya yang masih belum teratur akibat dia menangis tadi.
Sambil aku memegangi pipinya yang agak basah, bibirku menjauh dan membisikan di
telinganya
“masih ada aku disini” dia pun mengangguk kecil, saat aku
tatap lagi matanya dia langsung menyambar bibirku dengan halus dan perlahan. Ku
ikuti pergerakan bibirnya sambil dalam hati berpikir “ganas juga ini cewek” dan
aku mainkan lidahku. Dia pun merasa geli tapi menikmatinya karena bibirnya
selalu nempel di bibirku sambil melenguh
“mmmmhhh. . . mmhhhh . . . .”. Tanganku pun yang tadinya di
pipinya sekarang sudah mendarat di pinggulnya sambil menelusuri lekuk tubuhnya.
Kami melepas ciuman kami sejenak dan saling bertatapan, dia melempar senyuman
dengan matanya yang sayu, membuat setiap orang seakan ingin mencumbunya, lalu
aku meminta ijin untuk memegang buah dadanya yang lumayan itu, dia hanya
mengangguk dengan senyuman. Kami lanjutkan lah perang bibir dan lidah kami
sambil aku meremas buah dadanya yang saat itu mengenakan BH warna putih pink.
Dia mendesah menikmati “aahhh. . . ahhh . .” sambil bibirku mencumbu lehernya.
Sialnya saat aku hampir mengangkat BH nya terdengar suara motor teman-temanku
yang datang. Kami pun tergesa-gesa membenahi diri.
Semenjak kejadian tersebut, dia lebih sering memanggilku
“pacar”, pertama aku kaget karena dia memanggil begitu di depan teman-temanku
pada saat dia sedang membuatkan mie untuk ku dan teman-teman cowok yang lain.
Tetapi entah kenapa teman-temanku ini tahu bahwa itu hanya bercandaan, ya aku
sih terserah mau dia panggil apa asal bisa menikmatinya tubuhnya deh, hehehe.
Pada minggu ke 4, dia mendadak minta ijin pulang ke ketua ku
karena ada urusan keluarga dan aku dimintanya untuk mengantarkannya bertemu
dengan orang yang akan menjemputnya. Spontan di jalan aku pun bertanya
“emang dijemput siapa deh? Papah mamah mu?” dia pun
membalas, sama pacarnya. Agak kaget tapi nggak begitu kaget juga karena dia 3
hari sebelumnya cerita ke aku kalo dia balikan lagi. Aku pun merespon dengan
jawaban santai, dia pun seolah merasa bersalah dan berkata
“nggak apa kan aku dijemput pacarku?”, aku pun menjawab
“ya nggak apa dong, kan pacar kamu, kalo di sini kita
pacaran, kalo udah balik atau selese KKN nya kita kembali seperti biasa”. Dia
mengangguk sembari memeluk ku di jalan karena di jalan pedasaan ini sepi dan jarang
kendaraan lewat, sesekali dia mengecup leherku.
“Kamu mau pulang kok masih curi-curi sih”, balasku. Dia
hanya cekikikan sambil memeluk semakin erat.
Skip skip skip, 2 hari kemudian sore hari saaat aku sedang
santai jalan-jalan di kompleks pedesaan tempat aku tinggal bersama temanku, si
Tiara menelponku
“car pacar, lg sibuk nggak? Kamu lg di mana?” tanya nya,
“lagi jalan-jalan santai sih bareng anak-anak, ada apa?”,
jawabku.
“jemput aku di tempat kemaren bisa nggak?” langsung sigap
aku menjawabnya,
“bisa dong kalo buat kamu”, sambil pake nada genit,
“ih gombal, oke deh 10 menit lg aku sampe kok, jangan lupa
lho, muuaaach”. Tut tut tut . . . baru mau dijawab udah diputus teleponnya,
langsung saja berpamitan dengan teman-temanku dan aku langsung mengambil motor
ayam jago standarku untuk menjemputnya.
Sesampainya di tempat penjemputan ternyata dia udah duluan
dan sendirian, “lho kamu sama siapa kok sendirian?”, tanyaku.
“tadi sama pacarku, dia udah pulang duluan”, jawabnya. Dalam
hati ku
“buset ini pacarnya geblek amat, kalo pacarnya ditinggal
sendiri gini kalo digodain orang desa gimana, payah” dan kebetulan emang si Tiara
ini menjadi primadona di kalangan pemuda desa karena paras cantiknya. Akhirnya
dia langsung membonceng dan kita pun tancap gas. Di perjalanan pun kita
ngobrol-ngobrol
“lho waktu tadi kamu telepon pas ada pacarmu?”, tanyaku, dia
menjawab cekikikan
“ya nggak lah, car, tadi dia lagi beli cemilan aku nunggu di
mobil”.
“kirain pas ada pacarmu kamu pas telepon tadi”, jawabku lg,
“takut ya? Hihihihi”, sambil dia nyubit pinggang ku. Anjir,
malah nantangin,
“bukan takut sih, cuma main bersih aja kita”. Timpalku.
“alah sok-sok an huuuuu, cubit lagi nih.” Balasnya. Dan
kamipun begitu sampai setibanya di posko KKN. Dia pun bergegas langsung mandi
dan aku pun masih ngumpul nonton tivi bareng teman-teman yang lain.
Lusanya cuaca pun mendung, kita berencana mau ke SD sekitar
tempat kami KKN untuk sosialisasi terkahir kalinya, aku bangun terlambat dan
dapat jatah mandi paling terakhir karena kamar mandi di rumah ini cuma 1, ada
juga temanku yang buru-buru sudah biasa mandi di tetangga sebelah posko KKN
kami. Dan entah disengaja atau nggak, si Tiara juga kesiangan dan juga baru
mandi setelah aku selesai mandi. Pada saat T mandi pun aku tidak memikirkan hal
yang lain selain siap-siap untuk acara sosialisasi ke SD. Kami berdua ditinggal
karena waktu pun sudah menunjukan pukul 9 pagi dan acara dimulai jam 9.30 nya.
Sesaat aku dan Tiara sudah siap bergegas berangkat, tiba-tiba hujan pun turun
lumayan deras, kami mengabari ketuaku datang terlambat.
Awalnya ketuaku meyuruh kami untuk memakai jas hujan, namun
aku teringat jas hujan ku dan punya T terbawa di motor temanku yang sudah
berangkat. Ya sudah deh akhirnya ketuaku memaklumi dan mengatakan untuk tidak
memaksakan kalo memang deras, kebetulan di SD nya pun juga hujan yang lumayan.
Aku dan Tiara kembali ngobrol-ngobrol biasa, bercanda kadang
Tiara suka cubit pinggangku, aku pun melontarkan pertanyaan
“eh ini bapak sama ibu yang punya rumah nggak di rumah? Kok
tumben pagi-pagi udah nggak ada di rumah”.
“kata anak-anak tadi bapak ibunya pamitan mau ada acara di
kota katanya, ada sodaranya nikahan”, balas si Tiara. lalu duduk kami
berdekatan entah ada angin apa, aku pun membelai rambut nya yang wangi serta
menciuminya karena memang dia habis shampoan. Aku pegang lembut pipinya dan dia
pun berkata
“aku nggak nyangka kita bisa gini”, aku pun bingung apa
maksud dari perkataannya
“maksudmu?”, jawabku singkat, dia pun merebahkan badanya ke
pelukanku dan menyandarkan kepalanya di bahu ku,
“ya gimana ya, kamu baik, bisa ngertiin aku, perhatian tapi
waktunya malah kaya gini, kamu itu beda banget sama pacarku yang suka ngekang
aku, protektiflah, apa-apa nggak boleh”. Aku paham arah pembicaraannya, aku
balas,
“lho kan tinggal diputusin aja gampangkan pacarmu?”.
“nggak semudah itu, orangtua ku sama dia udah deket, begitu
juga sodaranya, udah 3x selama KKN ini aku minta putus tapi dia nggak mau”.
Saat itu aku memperhatikan matanya berkaca-kaca, sambil aku
belai rambutnya aku pun menenangkannya dengan gaya sok cool romantis gitu
“ya udah, nggak apa, emang begini jalannya, kalo di sini
kita emang gini, tapi kalo di kampus kita seperti biasa aja, kamu tahu sendiri
kan aku juga udah punya pacar, semuanya pasti baik-baik aja kok, kalo jodoh emang
nggak kemana”.
Dia pun makin menjadi tangisannya, tampak bedak di wajahnya
luntur akibat air matanya. Aku pun mengusap air matanya dan menenangkannya. Dia
menatapku dalam-dalam kemudian tanpa kita sadari bibir kami sudah bersentuhan
entah ada angin apa T melumat bibirku dengan kencang. Aku pun membalas dan
memainkan lidahku, dia juga nggak mau kalah
“mmmmhh. . . mmmhhh . .” tanganku pun sudah berada di buah
dadanya yang masih terbungkus jaket KKN. Dia melepas ciumanku dan berbisik
“di kamar aja” langsung saja aku bawa ke kamar cowok yang
biasa digunakan tidur oleh temanku, aku lepas jaketnya, dia mengenakan kemeja
denim menurutku membuatnya tampak makin cantik. Dia nyeletuk
“kok diem aja?” dalam hatiku
“wah ini anak emang bener-bener deh” langsung saja aku cumbu
lagi bibirnya, aku lumat, aku mainkan lidahku, dia pun tak mau kalah juga
membalas lidahku dan sesekali menyedotnya. Tanganku pun sudah berada di atas
balutan BH nya yang ukuran 34b (yang ini tanya ke doi akhirnya tau) dengan
warna merah yang mengundang gairah.
Langsung saja aku copot pengait BH nya dan nampak buah dada
T dengan ukuran 34b nya, aku remas aku mainkan putingnya dia hanya melenguh
“aahhh. . . enak car mmmhhhh” sementara bibir ku masih
menciumi telinga dan leher nya. Sekitar 15 menit aku mainkan buah dadanya dia
seperti nya udah di ubun-ubun nafsunya
“diemut car. . . diemut mmhhhh” tanpa komando pun aku juga
sudah menjilati antara buah dada nya, lalu mengemut putingnya yang kecil
berwarna coklat muda sembari tangan kanan ku memainkan dan meremas puting dan
buah dadanya yaang kiri
“iya caaaar, enak diemut mmmmhhhh. . . geli caaar, aaaahhhh.
. . aaahh. . .”
Saat itu juga tangan ku yang kanan pun sudah mengorek
memeknya yang dibalut celana jeans ketat, aku merasakan memeknya sudah basah.
Aku pun langsung mencopotnya dan nampak lah celana dalamnya yang berwarna merah
juga, warna ini sungguh membuat ku nafsu.
Ku lepas baju dan celana ku serta celana dalam ku sehingga
“adik” ku yang tidak besar dan tidak kecil ini mencuat dengan keras. T pun langsung
menyergap “adik” ku dan menjilati nya serta di sedot nya, “ahhh caaar, enak
caaar, sedot terus sayaaaang aahhh. . .” celoteh ku. Ku akui wajahnya yang
cantik sambil mengemut “adik” ku ini sangat menggairahkan. Aku pun nggak diam
aja, aku copot celana dalam Tiara dan terlihat sebuah gundukan yang bersih
terawat tanpa bulu sehelaipun di memeknya, hal ini membuatku semakin bernafsu. Ku jilati memeknya sehingga posisi kita sekarang di posisi 69, sungguh nikmat
sedotan si Tiara. Ku jilati gundukan kecil di memeknya yang bersama klitoris
sembari dia masih mengulum “adik ku”
“aaahhhh. . iya sayaaaaang, jilat terus yang situ aaahh. . .
mmmhhhh. . .”
sekitar 10 menit kita berada di posisi 69 lalu aku
merebahkan tubuhnya di kasur lipat yang dibawa teman ku, aku ciumi bibir nya,
lehernya, emut putingnya dan meremas buah dadanya
“sayaaang mmmhhhh. . . terus caaar. . aaahh. . .”
Saat aku gesek-gesek “adik” ku di memeknya dia menggelinjang
keenakan,
“ayo caaar di masukin mmmhhhh. . .” agak sempit emang
memeknya si Tiara meskipun sepertinya sudah pernah melakukan seks, tapi itulah
yang menjadikan nafsu ku untuk menggenjotnya terus, aku masuk kan perlahan
“pelan-pelan caaaar, mmmhhh. . . enak caar aaaahh. . .”
Setelah sudah masuk semua batang “adik” ku genjot maju
mundur pelan-pelan agar memek Tiara terbiasa. Ku genjot pelan maju mundur dia
pun sudah melenguh keenakan nggak karuan
“caar terus caaar aahhh. . . punya mu mmhhhh. . .” lalu
kunaikan temponya dan dia semakin mendesah, menggelinjang
“aaahhh.. aaahhh. . . terus caaar. . mmmhhh. . . enaaak
aaah… aku milikmu aaahh. . .” sambil dia melingkarkan kakinya erat ke
pinggangku.
Setelah itu kita berganti gaya doggy style, aku merasakan
cengkeraman memeknya semakin peret semakin nikmat untuk di genjot
“yaaaang. . . aaaaahh. . aaaah. . . te. . . ruuus yaaang. .
.” Desahannya justru membuat ku semakin bernafsu, ku genjot semakin kencang dan
dia semakin melenguh keenakan
“caaaar. . . aku mau keluaaar. . . aaaaahh…” dan akhirnya
aku merasakan cairan hangat mengalir di dalam memeknya. Ternyata dia sudah
keluar duluan.
Aku biarkan dulu sekitar 2 menit untuk dia menikmati masa
orgasme nya, lalu sekarang giliran dia yang diatas alias WOT. Di posisi ini dia
justru semakin menjadi memeknya, dengan gerakan naik turunnya dan kadang di
pelintir mirip dengan film bokep yang biasa aku tonton, nikmat sekali dengan
cengkeraman memeknya nya yang masih lumayan seret dan kencang.
“Terus pelintir sayaaang aaaah. . enaaak caaar. . .”
desahku.
Tanganku juga nggak mau kalah, keduanya Meremas dan
memainkan puting coklat muda nya.
“geliii caaar. . aaaah. . . aaah. . aaaahh. . .” dengan gaya
pelintir nya tadi membuat “adik” ku seakan ingin memuntahkan maninya karena
emang saking enaknya. “aku mau keluaaar yaaaang. . .” dia pun juga membalas
“barengan caaaar. . . kontol kamu enak banget aku mau
keluaaar lagiiii aaaahh. . .”
Dan selang beberapa menit kemudian aku pun udah nggak kuat
menahan isi “adik” ku begitu pun T yang sudah mau keluar kedua kalinya,
“caaar. . . terus caaar. . . aaaahh. . . mmmhhhh. . . akuuu
miliik. . . muuuu. . aaaaahh…” akhirnya kami berdua pun keluar bersamaan dan T
langsung lemas di pelukan ku.
Hari berganti dan terus berganti hingga tiba saatnya KKN
kami selesai, semenjak kejadian itu sebelum tiba hari pelepasan dari kampus dan
perangkat desa, Tiara masih sering mengajak ku ya walau sekedar curi-curi cium,
memainkan dan meremas buah dadanya. Tiara pun memeluk satu-satu temanku, dan
pada saat memeluk ku erat sekali pelukan nya. Aku sudah tidak menghiraukan
temanku yang lain, nampak air matanya menetes dari wajah cantik nya dan aku pun
mengusap nya.
Saat tim kami akan menuju ke kecamatan untuk upacara
pelepasan aku sengaja memacu kendaraan ku pelan agar bisa ngobrol lebih kama
dengan Tiara.
“sudah saatnya kita kembali ke kehidupan masing-masing, kamu
yang aku kenal di kampus akan selalu aku kenal seperti kamu di sini, kita tetep
usahakan komunikasi walaupun nggak se sering di sini, terimakasih untuk
kebersamaan nya, semuanya yang kamu beri untuk aku”.
Tiara terdiam agak lama, memeluk ku erat, lalu dia juga
membalas
“terimakasih juga udh ngertiin aku, nglindungin aku, kamu
lebih dari yang aku duga, aku harap ini bukan perpisahan, di kampus mungkin aku
nggak bakal bisa panggil kamu pacar, tapi di dalam hatiku kamu tetep pacar
aku”. sambil dia mengecup leher ku saat perjalanan ke kecamatan.
Akhir cerita sampai saat ini kita masih sering ketemu di
kampus karena kita sama-sama sedang menyelesaikan skripsi, meskipun kita hanya
melempar senyum, ada maksud tersendiri dibalik senyuman nya, kita juga masih
sering ngobrol tapi kita juga jaga jarak untuk pacar kita masing-masing.

Cerita Sex Guru Agama Pemuas Nafsu Seksku

Cerita Sex Guru Agama Pemuas Nafsu Seksku
Cerita Sex Guru Agama Pemuas Nafsu Seksku

Video Bokep Cerita Sex Ngentot Memek Foto Bugil Hot Mesum Cerita Sex Guru Agama Pemuas Nafsu Seksku | Semula aku tidak percaya telah berbuat mesum dengan seseorang yang sangat aku hormati, dia adalah Mbak Wulan (28 tahun) seorang guru agama di sebuah SMP negeri di Kota Yogyakarta. Aku mengenalnya karena suaminya yang bernama Susilo (40 tahun) sering mengisi pulsa di counter HP milikku. Seminggu sekali dia ketempatku, kadang sendiri kadang juga berdua dengan istrinya.

Cerita Sex Guru Agama Pemuas Nafsu Seksku cerita dewasa | cerita sexCerita Sex Guru Agama Pemuas Nafsu Seksku | Karena sudah kenal baik aku sering mampir kerumahnya saat pulang dari toko, kebetulan rumahnya searah dengan tempat kosku. Oh ya namaku adalah Anton usiaku 22 tahun aku asal dari Surabaya. Singkat cerita kami sudah akrab, mereka berdua sebenarnya keluarga yang sempurna menurutku, Mas Susilo bekerja sebagai teknisi listrik PLN dan mereka sudah memiliki 2 orang anak yang berusia 12 dan 8 tahun.

Terus terang saat pertama bertemu dengan Mbak Wulan aku sudah sangat kagum, dia pintar, cantik dan sholehah karena selalu berjilbab rapi. Selain itu dia juga taat pada suami dan pandai mendidik anaknya. Namun semua kekagumanku itu tiba-tiba berubah saat aku tahu kalau dia punya Pria Idaman Lain. Hal ini ku ketahui tanpa sengaja ketika aku melihat Mbak Wulan berboncengan dengan seorang lelaki di sebuah objek wisata di Kabupaten Magelang, padahal waktu itu masih jam sekolah dan seharusnya dia masih mengajar.

Akupun terus mengikutinya dan mereka berdua berhenti di tempat yang sepi di sebuah warung yang tak di pakai lagi. Dengan mengendap-endap aku merekam aksi mereka berdua yang memadu kasih di tempat sepi. Walaupun mereka hanya sekedar berpelukan dan berciuman namun ini bisa jadi bukti yang kuat atas perselingkuhan mereka.
Pada keesokan harinya aku berniat memberitahukan perselingkuhan ini pada Mas Susilo, namun saat aku datang kerumahnya aku cuma bertemu dengan Mbak Wulan.

Cerita Sex Guru Agama Pemuas Nafsu Seksku | Entah setan mana yang menghasutku, tiba-tiba aku ingin memanfaatkan ini untuk berbuat sesuatu pada Mbak Wulan ketika aku diberitahu bahwa Mas Susilo sedang pergi mengunjungi Ibunya di Purwokerto beserta dua anaknya. Akhirnya akupun menjelaskan tentang rekaman video itu sambil mengancam Mbak Wulan akan mengirimkan rekaman ini pada suaminya. Dia sangat terkejut dengan pernyataanku yang mengetahui dengan detail perselingkuhannya dan akhirnya dengan menangis diapun memohon padaku untuk menghapus video itu dan sebagai gantinya dia berjanji akan memberi imbalan apapun yang aku inginkan.

Akhirnya Mbak Wulan masuk perangkapku, dengan terus terang akupun meminta imbalan pertamaku yaitu mengajaknya mandi bersama. Ternikmat.com Dia langsung menolaknya dan menawarkan uang sebagai gantinya, namun aku tetap pada pendirianku sambil menyatakan bahwa aku tak butuh uang. Setelah sedikit bujukan akhirnya diapun mau menerima permintaanku dan aku segera menuju kamar mandi, sedangkan Mbak Wulan terlebih dulu mengambil handuk di kamarnya.

Cerita Sex Guru Agama Pemuas Nafsu Seksku | Hal ini sengaja kulakukan agar aku bisa meletakkan HPku di tempat yang aman untuk bisa merekam aksi kami tanpa diketahui oleh Mbak Wulan. Sesaat kemudian diapun datang hanya dengan berlilitkan handuk, karena semua pakaian dan jilbabnya sudah di lepas di dalam kamar. akupun segera melepas pakaianku hingga bugil. Dia terkejut melihat torpedoku yang berdiri tegak karena terangsang dan segera kuraih tangannya lalu kuajak masuk kekamar mandi. Dia hanya diam saja sambil merunduk malu dan kesal pada perbuatanku, tapi aku tak peduli segera saja kutarik handuknya dan kamipun sama-sama bugil.

Aku sempat tertegun melihat tubuh Mbak Wulan yang sangat seksi, kulitnya yang putih mulus sangat kontras dengan warna rambutnya yang hitam panjang tergerai sampai punggung. Setelah itu kamipun mandi berdua dengan menggunakan shower sambil menikmati guyuran air aku mulai mencumbui Mbak wulan, awalnya dia menolak namun dengan sedikit ancaman diapun menurut juga.

Dengan leluasa aku memainkan organ intimnya, payudaranya yang montok dan berukuran 34B itu menjadi santapan empuk bagi bibir dan lidahku. Selain itu kedua telapak tanganku juga secara bergantian bergerilya di sekitar vagina dan pantatnya yang bahenol. Awalnya Mbak Wulan selalu berusaha menghindar saat aku memasukkan dan memainkan jariku ke lubang vegy miliknya namun akhirnya dia pasrah juga, mungkin karena sudah terangsang.

Setelah beberapa lama perkiaanku ternyata benar, Mbak wulan mulai mendesah karena birahi dan akhirnya dia orgasme. Tubuhnya meliuk-liuk dan sesekali mengejang sambil mulutnya terus merintih. Aku tak menyia-nyiakan kesempatan emas itu, saat dia lengah segera kuposisikan tubuhnya sedikit menungging dan kupeluk dari belakang, dia menurut saja dan tak tahu kalau sebentar lagi akan kuentoti. Aku terus memainkan jariku di lubang vegy miliknya dan pada saat yang tepat langsung kuganti dengan kontolku yang telah berdiri tegak Blezz…. Slepp kontolku menancap sempurna.

Mbak Wulan langsung berontak dan berusaha mencabut kontolku dari vaginanya, namun hal itu sia-sia saja karena aku sudah merengkuhnya dengan sepenuh tenaga sehingga perlawanannya tak berguna. Dengan leluasa aku mulai mnggoyangkan pantatku maju mundur dengan irama pelan agar tidak lepas lalu diapun mulai rileks dan tak berontak lagi, mungkin dia mulai menikmati goyangan kontolku di dalam vegynya.

Akupun mulai menambah kecepatan goyanganku Slepp…slepp…slepppp…oh…ahhh..ahhh oh…. aku dan Mbak Wualn mulai saling mendesah dan tak berapa lama dia kembali orgasme, namun reaksinya jauh berbeda dengan yang pertama. Dia mengerang dan mendesah tak karuan Ahhh….Uhghhh….ahhhchh …ohhh….. akupun menjadi bersemangat dan semakin mempercepat goyanganku lalu diapun terkulai tak berdaya di sambil bersandar pada bak mandi. Oh… Ton kamu jahat banget sih….. aku kan sudah keluar banyak, ko masih di goyang terus….aku jadi lemas nihh.

Akupun kembali memeluknya Maaf Mbak…. aku benar-benar terangsang dengan tubuhmu yang bahenol, jadi pinginnya goyang terusss…..Tapi enak kan Mbak..? Mbak Wulan tersenyum malu sambil mencubit perutku, Ton… kalo dari tadi aku tahu kamu pinter ngentot, nggak usah dipaksapun aku mau kamu entotin. Aku sangat kaget dengan pernyataanya ini, namun hal ini dibuktikan oleh dia. Ternikmat.com setelah tenaganya pulih dia tidak menolak kuajak ngentot lagi, namun dia minta pindah kedalam kamar tidur.

Masih dalam kondisi bugil aku keluar dari kamar mandi untuk mengambil HPku yang kuselipkan di atas lubang ventilasi lalu segera masuk ke dalamkamar Mbak Wulan. Sambil menunggu dia datang kulihat kembali rekaman tadi dan hasilnya cukup memuaskan, karena semua adegan itu terekam dengan baik. Setelah itu aku segera mencari tempat yang pas untuk merekam aksiku yang kedua, tak jauh dari kasur ada tumpukan kulihat pakaian, segera kuletakkan disana sehingga tersamar dengan baik.

Setelah Mbak Wulan masuk kamar akupun segera mencumbuinya, sengaja kuarahkan vaginanya menghadap kamera HP yang berada diantara tumpukan pakaian, sehingga aksi jari-jariku yang nakal di vagina Mbak Wulan terekam dengan baik. Setelah puas bercumbu kupun segera mengentotnya yang kuawali dengan posisi terlentang.

Bless….Sleppp tanpa kesulitan aku menancapkan torpedoku dan rasanya memang mantap…. clepp..cleppp..ahhh…ahhhh….ohh..ohhh. Hanya desahan dan suara tumbukan kelamin kami yang terdengar dan berbagai gaya dalam ngentot seperti dalam film bokep yang ku tonton aku coba, termasuk gaya Dogy favoritku. Sampai akhirnya aku puas dan mencapai orgasme 2 kali. Sedangkan Mbak Wulan terkapar sampai tertidur karena kelelahan. Bahkan saat kurekam tubuh bugilnya dari jarak dekat dia hanya diam saja.

Sejak saat itulah fantasi Sex yang aku inginkan selalu dapat ku praktekkan, aku menjadi sering mendownload film bokep dari barat dan kemudian aku coba lakukan dengan Mbak Wulan. Ternikmat.com Dia tak pernah menolak, kapanpun aku minta ngentot asalkan nggak sedang menstruasi dia akan datang. Karena kebetulan tempat kosku sangat aman maka aku tak pernah repot mencari tempat untuk ngentot.

Namun bila rumah Mbak Wulan sepi aku lebih suka ngentot dirumahnya karena aku bisa lebih bebas berekspresi di berbagai tempat, tidak cuma di atas kasur, bisa di dapur, di ruang tengah, di meja makan di kamar mandi, di tempat jemur pakaian DLL . Di rumahnya aku memiliki tempat favorit yaitu diatas kursi sofa di ruang tamu karena lebih santai dan penuh sensasi. Sampai saat ini aku terus melakukan perselingkuhan ini.

Cerita Dewasa Aku Disetubuhi Petugas Asuransi

Cerita Dewasa Aku Disetubuhi Petugas Asuransi
Cerita Dewasa Aku Disetubuhi Petugas Asuransi

Cerita Dewasa Aku Disetubuhi Petugas Asuransi kali ini menceritakan pengalaman Cerita Sex Pribadi dari seorang janda yang melakukan hubungan Sexs dengan seorng petugs asurnsi. Saya kira cukup deskripsi dari cerita Sex ini, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini. https://ihik18.wordpress.com

Hey apa kabar para Pembaca Cerita Dewasa, kali ini aku akan menceritakan tentng kisah Sex Pribadiku, sebelum aku memulai cerita Sexsku ini aku akan memperkenalkan diriku dan memberikn sedikit gambarn tentang tubuhku. Namaku Nita, aku mempunyai kulit tubuh yang putih dan mulus.Usiaku 25 tahun, tinggi badanku170, dan berat badanku 55. Oh iya dalam usiaku yang tergolong muda ini, aku sudah menyandang status janda. Singkat cerita. Aku mempunyai kebiasan memandang seluruh tubuhku dengan posisi bugil di cermin kamarku, ukuran buah dadaku yang berukuran lumayan besar yaitu 35 b, putingku masih berwarna kemerahan, wlaupun aku sudah menikah tapi aku belum pernah mempunyai momongan. Dengan kulit putihku dan yang mulus, hal ini membuatku semakin percaya diri, tidak akan pernah lelaki manapun yng tidak tertarik padaku. Kemaluanku selalu kurawat, terlihat sangat indah dan bersih tanpa ada bulu sedikitpun karena aku rajin mencukurnya.

Sayang sekali keindahan tubuhku ini telah lama tidak tersentuh oleh tangan lelaki sekalipun, sejak kematian suamiku 2 tahun yang lalu. Bukanya aku tidak laku, tetapi belum ada satu orang pun yang mampu menggetarkan perasaanku, meskipun banyak lelaki yang mencoba masuk dalam kehidupanku, tapi semuanya secara halus kutepis dengan alasan belum siap. Selama ini kesepianku kuisi dengan kesibukan kerja, Selama ini aku hanya bisa memeluk guling erat-erat, dan membayangkan bahwa guling yang kupeluk adalah seorang lelaki yang gagah, dn kugesekan klitorisku hingga aku orgasme. Sebenarnya aku ingin mencoba menggunakan Sex Toys, tapi aku takut kemaluanku lecet dan daya elastisnya akan melemah. Juga pernah terlintas dalam otakku untuk menggunakan jasa Gigolo untuk memuaskan kebutuhan Sexku, tapi selama ini aku masih takut dan ragu dengan car-cara itu.

Singkat cerita Cerita, pada siang itu tiba-tiba ada seseorng mengetuk pintu kamarku, dan…

“ Tok, tok…” suara pintu kamarku terdengar diketuk membuyarkan lamunanku,

“ Siapa yah?” sahutku,

“ Saya, Nya…” terdengar suara pembantuku di balik pintu,

“ Ada apa, Bi?

“ Ada tamu mau ketemu Nyonya…”

“ Dari mana?” aku bertanya, sebab aku merasa tidak ada janji bertemu dengan siapapun.

“ Katanya dari perusahaan asuransi, udah janji ingin bertemu Nyonya,”

Aku hampir lupa, bahwa aku meminta perusahan asuransi datang ke rumahku pada hari Sabtu ini, saat aku libur kerja, karena aku ingin merevisi asuransi atas rumah pribadiku yang telah jatuh tempo.
“ Suruh dia masuk dan tunggu di ruang tamu, Bi !” sahutku,

Kemudian aku bergegas mengenakan pakaianku, hanya daster terusan tanpa bra dan celana dalam, karena aku tak mau tamuku menunggu lama, wajahku pun hanya sedikit kuoles bedak. Setelah aku rasa rapi, bergegas aku menemuinya.

“ Selamat siang, Bu!” sapaan hormat menyambutku saat aku tiba di ruang tamu,

“ Selamat siang,” aku membalas salamnya,

“ Perkenalkan, Bu! saya Willymarketing executive di perusahaan (edited),” tangannya mengundangku bersalaman,

Aku menyambut uluran tangannya, dan mempersilakannya duduk. Sejenak aku perhatikan, usianya kutaksir 25-an, tapi yang membuatku agak tertarik tadi saat posisi berdiri bersalaman, aku sempat mengukur tinggi tubuhku hanya sebatas lehernya, aku perkirakan tingginya 180cm-an, aku agak berkesan apalagi penampilannya bersih dengan kumis tipis menghiasi bibirnya, wajahnya sih memang biasa saja. Kami terlibat obrolan panjang tentang asuransi yang ditawarkan, ternyata orangnya supel dan ramah, cara bicaranya mencerminkan wawasannya yang luas, pandangannya tidak “jelalatan” seperti lelaki lainnya yang pernah aku temui, padahal puring buah dadaku yang tidak menggunakan bra terlihat berbayang dibalik dasterku. Tak banyak pikir lagi, aku segera menyetujuinya, apalagi preminya tidak terpaut jauh dengan asuransiku sebelumnya. Dia berjanji akan datang kembali minggu depan membawa polis-nya.

Sepulangnya dia, aku masih membayangkannya, simpatik sekali orangnya, terutama tubuhnya yang tinggi, hampir sama dengan almarhum suamiku. Juga aku teringat jawaban almarhum suamiku bahwa orang yang tinggi agak kurus, 80% senjatanya panjang dan besar saat aku bertanya, mengapa senjata Mas Rudy (almarhum suamiku), besar dan panjang? Aku sendiri bingung, tak biasanya aku berpikiran seperti ini, apalagi baru pertama kali bertemu. Tapi aku tak mau membohongi diriku, aku tertarik padanya. Waktu seminggu yang dijanjikannya terasa lama sekali. Akhirnya tibalah hari yang dijanjikannya, aku berias secantik mungkin, meskipun tidak mencolok, kusambut kedatangannya dengan manis. Kali ini kulihat Willymengenakan setelan pakaian kerja lengkap dengan dasinya.

Setelah polis aku terima dan menyerahkan pembayarannya, aku mengajaknya mengobrol sedikitmengenai pribadinya. Ternyata usianya 27 tahun, dengan status bujangan, dan masih mengontrak rumah di daerah Dukuh Atas, Jakarta,

“ Ibu Nita sendiri, bagaimana?” kini dia balik bertanya kepadaku,

Lalu akupun menjelaskan statusku yang kini sebagai janda, kulihat wajahnya sedikit berubah,

“ Maaf, Bu! kalau pertanyaan saya menyinggung perasaan Ibu.” Ucapnya,

“ Tidak apa-apa, toh gelar ini bukan saya yang menghendaki, tapi sudah suratan

Takdir saya ” jawabku,

Sejak tahu statusku janda, Dia jadi sering datang ke rumahku, ada saja alasannya untuk datang ke rumahku, meskipun kadang terkesan dibuat-buat. Hubungan kami menjadi lebih akrab, diapun tidak memanggilku dengan sebutan “Bu” lagi, tapi “Mbak” sedangkan aku pun memanggilnya Mas Willy. Tapi yang aku heran dari Mas Willy adalah sikapnya yang belum pernah menjurus ke arah seks sedikitpun, meskipun sering kali kami bercanda layaknya orang pacaran. Aku jadi berfikiran jelek, jangan-jangan Mas Willy Pecinta Sesma Jenis ( homo ). Padahal aku sudah tetapkan dalam hati, bahwa Mas Willylah orang kedua yang boleh membawaku mengarungi samudera kenikmatan.

Tapi ternyata pikiran jelekku tidak terbukti. Kejadiannya waktu malam Minggu Mas Willydatang untuk yang kesekian kalinya. Kami memutar film roman percintaan, bibiku sejak tadi sudah masuk ke kamarnya tidak tahu ngapain. Mungkin sengaja memberi kesempatan kepada kami anak muda yang sedang dilanda asmara. Saat adegan percumbuan berlangsung, aku meliriknya, kulihat wajahnya sedikit memerah dan celana panjangnya yang berbahan tipis, kulihat sedikit menggelembung, akubimbang. Akhirnya kutetapkan hatiku untuk memulai percumbuan dengannya tapi bagaimana caranya?Aku ada ide agak tidak terkesan aku yang mau, aku harus pura-pura sakit,

“Aduh Mas Wil ! kepalaku sakit sekali,” aku mulai menebarkan jaring,

Kupegangi keningku yang tidak sakit, pancinganku berhasil, Mas Willy menghampiriku,

“Kenapa Mbak?” tanyanya,

“ Kok, tiba-tiba sakit” Ucapnya,

“ Anu, Mas! tekanan darahku rendah, jadi kadang-kadang kambuh seperti ini,” aku terus merintih layaknya orang kesakitan,

Aku membaringkan tubuhku di sofa,

“ Mas, tolong bawa aku ke kamar,” aku semakin nekat,
Kulihat Mas Willy mulai kelabakan,

“ Tolong Papah ya aku, Mas!” pintaku kepada Mas Willy

Akhirnya Mas Willy memapahku ke dalam kamarku, kutempelkan buah dadaku ke punggungnya, terasa aliran kenikmatan di tubuhku. Dibaringkannya tubuhku di ranjang tidurku, dan bergegas Mas Willy keluar,

“ Kemana, Mas?” tanyaku pura-pura lirih,

“ Aku mu bangunin bibi,”

“ Nggak usah, Mas, tolong keningku dibaluri minyak angin saja,” ucapku,

“ Minyak anginnya dimana? ” tanyanya,

“ Di meja Rias Mas ” jawabku,

Mas Willy dengan telaten sekali memijat keningku, kurasakan jarinya sedikit gemetar.

“ Mas tolong tutup pintu dulu, entar kalu bibi lihat aku jadi nggak enak,” aku baru sadar pintu kamarku masih melongo,

“ Oh iya.. TV-nya matiin dulu tolong Mas! ” pintak,

Mas Willy beranjak mematikan TV, aku segera melepaskan pakaianku, hingga tinggal Bra dan celana dalam saja, kututupi tubuhku dengan selimut, Mas Willytelah kembali ke kamarku dan menutup pintunya.

“ Mas tolong kerokin aja deh! ” aku mulai memasang jurus,

“ Lho, pusing kok dikerokin? ” tanyanya dengan nada agak bingung,

“ Biasanya aku kalau pusing begini Mas!” aku berkilah tak mau kebohonganku terbongkar,

Mas Willy menurut, dan mencari uang logam untuk mengeroki tubuhku,

“ Jangan pakai uang logam, Mas! aku biasanya pakai bawang ” ucapku lagi,

Setelah aku beritahu tempat bawang, Mas Willy kembali lagi ke kamarku, kali ini kulihat wajahnya sedikit berkeringat, tidak tahu keringat apa. Segera aku tengkurap.

“ Cepat, Mas, kepalaku tambah pusing, nih! ” ucapku,

Kemudian Mas Willy membuka selimut yang menutupi tubuhku, dan…

“ Hah… Mbak Linda, kapan melepas baju?” nadanya terkejut sekali ketika melihat aku yang sudah tidak pakai baju,

“ Tadi, waktu kamu keluar,” jawabku santai,

Hening sejenak, mungkin Mas Willy masih bimbang menyentuh tubuhku,

“ Ayo, Mas buruan !” suruhku,

“ Iya… maaf ya Mbak!” aku mulai merasakan dinginnya air bawang di pundakku, gemetarnya tangan Mas Willy terasa sekali,

“ Kenapa tangan Mas gemetaran? ” tanyaku,

“ Eee.. eee… , aku nggak biasa ngerokin solnya Mbak,” suaranya agak gugup,

“ Rileks aja Mas,” aku mencoba menenangkannya,

Akhirnya gerakan tangan Mas Willysemakin lancar di punggungku. Aku mulai merasakan bulu kudukku bangun, terlebih saat tangan Mas Willymengeroki bagian belakang leherku. Segera aku membalikkan tubuhku, kini buah dadaku yang besar tepat berada di hadapan Mas Willy,

“ Mbak, kalau ngerok depannya aku nggak berani,”

Aku sudah tidak mau bersandiwara lagi,

“ Mas, kalau depannya jangan dikerok, tapi dibelai,” kulihat wajahnya sedikit pucat,

“ Memangnya Mas Willy nggak mau?” aku menantangnya terang-terangan,

“ Aku nggak pernah, Mbak…” jawaban polosnya membuat aku sadar bahwa dalam urusan seks ternyata Mas Willy tidak punya pengalaman apa-apa alias perjaka ting-ting,

Berpikir seperti itu, nafsuku kian bangkit, segera kudorong tubuhnya hingga rebah di ataspembaringanku. Kubuka kancing bajunya dan melemparkannya ke lantai.

“ Mbakk, jangan…” ujarnya,

Mas Willy masih berusaha menolak, tapi aku yakin suaranya hanya sekedar basa-basi, atau refleksi dari belum pernahnya. Aku mulai menciumi bibir Mas Willy, kumis tipisnya terasa geli di bibirku. Tapi tak ada balasan,

“ Mas Willy kok diam aja sih,” aku bertanya manja,

“ Tapi, Mbak jangan marah.. ya ?” tanyanya bodoh,

Orang aku yang minta kok aku marah? Mungkin disentakkan oleh kesadaran bahwa dirinya adalah lelaki, Mas Willy langsung menyambar bibirku dan melumatnya. Aku berteriak senang dalam hati, malam inilah dahagaku akan terpuaskan. Ciuman kami berlangsung lama, jari-jariku bergerakmengusap dadanya, putingnya yang hitam kutarik-tarik, sementara jari-jari Mas Willy mulai membelai buah dadaku, usapannya pada puting buah dadaku, membuat syaraf kewanitaanku bangkit, meskipun usapannya terasa agak takut-takut tapi kenikmatan yang aku peroleh tidak berkurang.Apalagi tekanan keras di pahaku membuatku segera sadar bahwa senjata Mas Willy mulai bangkit. Satu persatu pakaian kami bergelimpangan ke lantai, kini tubuh kami sudah bugil. Tubuhku ditindih Mas Willy, perlahan-lahan mulut dan lidah Mas Willy mulai menggelitik puting buah dadaku, yang terasa makin mengeras,

“ Mas… terusss… enak…” aku mulai merintih nikmat,

Tanganku segera menggenggam senjatanya, tapi sungguh mati aku kaget dibuatnya, besar sekali.Lebih besar dari punya almarhum suamiku. Aku semakin bernafsu, kukocok perlahan senjatanya yangkeras dan kokoh, Mas Willy merintih tak karuan. Hisapannya semakin keras di buah dadaku membalas kocokan tanganku di senjatanya. Aku sudah tak tahan menunggu permainan Mas Willy dibuah dadaku saja, nafsuku yang tertahan 3 tahun membuncah hebat dan menuntut penyaluran secepatnya. Dengan penuh nafsu aku segera ambil posisi di atas, tanganku terus mengocok senjatanya yang semakin panjang dan membesar, lidahku mulai menjilati dadanya yang ditumbuhi bulu-bulu halus, pada bagian putingnya kuhisap dan kugigit pelan,

“ Mbak … aku udah nggak tahan… ” Kupercepat gerakan tanganku,

Kulihat muka Mas Willy semakin memerah. Mulutku yang mungil sampai pada senjatanya yang kaku, kujilati seluruh batang senjatanya, kugelitik haluslubang atasnya. Kumasukkan senjatanya ke dalam mulutku,

“ Uffhhh…” terasa penuh di mulutku, akibat besarnya senjata Mas Willy,

Mulutku mulai menyedot-nyedot, sementara tanganku terus mengocok batang senjatanya. Remasan tangan Mas Willydi rambutku semakin kuat, hingga akhirnya saat kuhisap kuat dengan kocokankupercepat, aku merasakan tubuh Mas Willy bergetar hebat dan…

“ Mbakkk…” Mas Willy menjerit,terasa cairan kenikmatan itu memenuhi mulutku, agak anyir, tapi aku menelannya sampai tuntas,

Memang perjaka tulen, sebentar saja senjatanya sudah membesar kembali, dan siap bertempur. Aku segera berjongkok di atas tubuhnya, kuarahkan senjatanya yang besar di lubang kewanitaanku yang sudah basah. Perlahan kuturunkan pinggulku, seret sekali, mungkin terlalu lama tidak dimasuki senjata pria, apa lagi senjata Mas Willy yang besar dan panjang. Akumerasakan sedikit sakit tapi lebih banyak nikmatnya. Saat bulu kemaluan kami bertemu, dimana senjata Mas Willy amblas seluruhnya ke dalam kemaluanku, sulit digambarkan kenikmatan yang aku dapatkan. Aku diamkan sejenak menikmati denyutan senjata Mas Willy di liang kewanitaanku. Kulirik wajah Mas Willy yang terpejam, mungkin menikmati remasan kewanitaaanku di seluruh batang senjatanya.

Perlahan aku gerakkan pantatku naik turun, kian lama gerakan pinggulku kian buas, aku sudah tak dapat menguasai lagi nafsuku yang sudah tertahan, sesaknya senjata Mas Willydi kemaluanku ditambah cairan pelumas dari tubuh kami masing-masing menimbulkan suara-suara birahi seirama dengan gerakan pantatku. Akhirnya…

“ Mbakkk… aku nggak tahan…” ucpnya,

Aku rasakan semburan hangat di kewanitaanku, aku semakin cepat menggerakkan pinggulku meraih puncak kenikmatan yang tinggal selangkah lagi, tapi senjata Mas Willy keburu melembek hingga akhirnya mengecil. Aku tambah panik dan histeris dengan nafsuku yang tergantung. Aku mencoba membangkitkan kembali nafsu Mas Willy, tapi setiap kali aku mau orgasme, Mas Willy selalu mendahuluiku. Sampai sekarang meskipun kami jadi sering berhubungan badan tapi belum pernah sekalipun aku orgasme. Kalau baru pertama aku masih bisa terima, tapi sudah yang kesekian kalipun masih begitu. Entahlah, kalau buat keperkasaan. Mas Willy jauh dengan almarhum suamiku yang dapat membawaku ke puncak orgasmeku hingga berkali-kali. Selesai.

Cerita Dewasa IGO Seksi SPG Perawan Mesum Kurang Puas

Cerita Dewasa IGO Seksi SPG Perawan Mesum Kurang Puas
Cerita Dewasa IGO Seksi SPG Perawan Mesum Kurang Puas

Cerita Dewasa IGO Seksi SPG Perawan Mesum Kurang Puas Cerita Dewasa IGO Seksi SPG Perawan Mesum Puas – Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa Mesum Dicintai Murid Hot Kesayangan. Cerita sex terbaru, novel sex terlengkap, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx terhot, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal | Dulu aku pernah bekerja di swalayan sekitar Magelang, lebih dari 7 tahun, dulu awal bekerja aku hanya karyawan biasa, setelah tahun kedua aku naik ke posisi yg lumayan dibagian peneTinamaan barang, nah sekitar setangah tahun ini aku dipindahkan ke lapangan di tempatkan di toko. ngewe memek pacar yang jembutnya lebat

Cerita Sex IGO Seksi Terbaru 2016 SPG Perawan Mesum Puas

Cerita, Dewasa, IGO, Seksi, SPG, Perawan, Mesum, Puas, cerita ngewe perawan, cerita ngewe terbaru, cerita ngewe 2016, top cerita perawan, kisah perawan cantik, cerita ngewe terkini, cerita ngewe terselubung, cerita ngewe bergambar, cerita ngewe nyata.
Ilustrasi Foto Syur Perawan Bispak Cantik Hot Seksi 2016
Novel Seks – Namaku Arga, ini kisahku cintaku dgn SPG, saat ini aku menikmati pekerjaan karena setiap harinya aku bisa melihat wanita SPG yg cantik yg bertugas di swalayan ini.
Kumpulan cerita dewasa, cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa igo, cerita dewasa igo terbaru, cerita dewasa igo bugil, cerita dewasa igo 2016.
Singkat cerita, dari banyaknya SPG yg bertugas, aku menaruh hati pada salah satu wanita yg wajahnya cantik dgn body yg super istemewa. Pelajar SMU di grepe rame rame

Namanya Tina kira kira dia berumur 19 tahun, dgn tinggi 167cm ukuran dadanya 35B,kulitnya yg mulus,mantap deh menurutku, wanita idaman banget, gak basa basi aku langsung mendekatkan diri denganya, kami mengobrol dia respect denganku, setiap hari kita hampir selalau bertemu, kedekatan kami menjadi nyata.

Cerita sex terbaru, Tapi berhubung lokasinya di swalayan, aku juga harus menjaga image agar hal ini tdk sampai ke telinga atasanku. Sering pada jam makan aku memberinya cemilan ato makanan tambahan, dari sikapku itulah, timbul rasa simpati Tina terhadapku.

Jumat sore itu, ku dekatin Tina seraya berkata

Tin, pulang nanti ku antar ya. Dan Tina pun mengganguk setuju. Memek Super Mulus Bersih Bikin Sange

Bayangkan, rasanya sdh ga sabaran menanti jam pulang kerja karena di otak-ku sdh tersusun beberapa rencana mantap, he..he

Ga tau kenapa belakangan ini selalu membayangkan mulusnya tubuh Tina, ga tahan pengen bngt menikmatinya.

Jam yg ditunggu pun akhirnya tiba, bergegas aku turun ke basement bawah mengambil motor kesayanganku. Kutunggu Tina di pinggir jalan pas pintu keluar dari mall. Ga lama ku liat Tina keluar bareng teman-nya 3 orang, dan begitu melihatku, dia pamitan duluan ama temennya di barengi canda teman-temannya yg usilin Tina.

Kuberikan helm dan Tina segera melompat duduk di sadel belakang sambil berpegangan pinggangku.

Tin,kita langsung pulang ato mau jalan-jalan dulu sambil cari makan? kataku kenceng.
Itu sih hanya pura-puraku saja, padahal udah banyak rencana di otakku ini, hehhee
Ternyata jawaban Tina bertepatan dgn keinginanku.
Kita jalan2 aja dulu baru ntar malam-an makannya ya.

Aroma wangi di tubuhnya serasa menimbulkan nafsuku, sehingga kupacu motor-ku semakin kencang. Tina memeluk pinggangku sehingga menempellah buah dadanya yg kenceng padat di belakang punggungku. Celanaku makin sesak.
Sengaja aku membawanya jalan ke pinggiran kota, biar segala rencanaku rampung. Setelah puas keliling, akhirnya sampailah kami di rumah makan yg bernuansa klasik dimana rumah makan tersebut mempunyai alun2 seperti pondok pribadi, jadi apa yg akan kulakuin nanti lebih privacy dan tertutup dari pandangan orang karena pondoknya memang bersekat.

Kamu pesan apa Tina? kataku mesra. Ngentot Cewek Putih Sambil Ngocok Memek
Tina pesan pecel lele aja bang.
Aku pun segera memesan pada pelayannya. Apa aja yg mau ditambah, kutambahkan aja sayuran laen biar banyakan, karena setelah makan nanti, aku juga mau makan lagi, tapi tentu makan menu yg ISTIMEWA nantinya, ha..ha
Karena sdh laper banget, kami makan dgn lahapnya sambil sekali kali kusuap nasi ke mulut Tina. Awal-nya dia keliatan malu, tapi akhirnya dia tertawa geli.

Selesai makan kami duduk ngobrol dan perlahan tapi pasti arah bicaraku memancing ke arah sex sambil tanganku merangkulnya.

Perlahan kucium bibirnya, hmmm, lidahku menjelajah ke dalam dan melilit lidahnya. Tina membalas dgn panasnya, sehingga k0ntolku makin mencuat rasanya, akhhh, Tina mendesis nikmat.

Semakin kuberanikan diri dgn memasukkan tanganku ke dalam bilik baju seragam-nya dan kuraba payudaranya yg padat sekal.

Tina merintih nikmat merasakan belaianku pada payudaranya. Kusingkapkan BH-nya dan perlahan memelintir putingnya, ssshh Tina makin merintih. Aku semakin ga tahan. Ku keluarkan k0ntolku yg sdh mengacung tegak dgn diameter 4cm panjang sekitar 17cm.

Tina terkejut sekali ketika melihat k0ntolku yg mengacung tegak itu.
Ihh, gede banget punya abang, takut Tina bang. Tina belum pernah liat yg besar banget bang kata Tina.
Gak apa apa kok, Tin. Biasa aja lagi hehehe. Aku menjawab sekenanya.

Kembali kurangsang Tina dgn ciumanku, perlahan ke telinga dan turun ke leher. Ku kecup pelan penuh perasaan dan Tina semakin mendesah.

akhhh..bang… sstttttt,ouugghh. Tina semakin ga tahan. Perlahan kuraba pahanya yg terbuka dan segera jariku mendarat di ujung selangkanganya. CD-nya masih belum kuturunkan, cuma jariku hanya mengesek belahan meki-nya. Tina mendesis lirih membuat aku semakin bergairah. Ada lendir basah mengalir merembes keluar. Tina semakin ga tahan sehingga tangannya menggengam k0ntolku dan mengocok-ngocoknya.

Tiba-tiba kuhentikan serangan ku sehingga membuat Tina terpana heran, nafsunya yg udah di ubun-ubun terhenti seketika.

Ada apa bang? Tanya Tina memelas.
Sebentar ya say, jangan disini, bahaya, hehehe.. Jawabku.
Tina baru tersadar kalo kami masih di pondok rumah makan.
kita pulang aja ya bang, Tina takut kemalaman dan jujur Tina belum pernah melakukan yg seperti tadi. Tina takut bang. Pinta Tina.
Ok dech, kita pulang aja ya say. kataku membisik di telinganya.

Dalam hati aku merasa tanggung dan ku teruskan rencanaku. Kami merapikan pakaian kami masing-masing dan berjalan keluar. Memek sempit Vs Kontol Jumbo

Setelah menghidupkan motor-ku, kami melanjutkan perjalanan pulang, dan jam sdh menunjukkan pukul 21,20. Di tengah perjalanan,aku berpura-pura sakit perut.
Aduh say, sakit banget perutku habis makan tadi, aduh, ini sepertinya ga bisa lagi bawa motor.

Tina kebingungan melihat sikapku yg menahan sakit. Kita cari tempat istirahat bentar ya say, abang ga tahan lagi sakit banget perutnya

Tina berkata,

Iyaa, udah bang kita cari tempat istirahat dulu, ntar kalau sakitnya ilang, baru jalan lagi.

Aku bersorak girang dalam hati siasatku berhasil ternyata. Ku pacu motorku ke arah motel yg ga jauh lagi lokasinya dan segera mengambil kamar.

Kita istirahat sebentar ya say, gapapa, jangan kuatir, ntar ga sakit lagi kita segera jalan ya say..
Tina hanya menganguk pelan karena khawatir dgn sakit ku.

Di dlm kamar aku segera merebahkan badan di tempat tidur sambil berpura-pura merintih memegang perutku, dan Tina semakin kuatir aja rasanya meliahat keadaanku. Kupanggil Tina mendekat dan kuminta dia mengelus elus perutku supaya agak reda sakitnya dan Tina menurutinya.

Enak banget pijitan Tina, sehingga mataku merem melek jadinya.

Tiba-tiba aku bangkit dan merangkul Tina. Tina terkejut sekali dan langsung ku dekap tubuhnya sambil ku cium bibirnya. Tina gelagapan sambil membalas ciumanku dan perlahan kembali kurangsang dan kucumbu Tina habis-habisan. Kubuka kancing baju Tina bagian atas dan kubelai dadanya segera. Ku cium perlahan putingnya dan sekali sekali kusedot. Sshhh. Tina mendesah nikmat.

Tanpa sadar kubuka seluruh pakaianya dan CD-nya sambil trs ku jilat lembut dadanya. Ku buka lebar kakinya mengangkang dan pelan-pelan ku elus lembut. Mekinya udah basah banget, licin lagi. Aku berkata kepadanya kalau aku suka bau mekinya Tina. Tina hanya tersenyum lirih.

Perlahan tapi pasti aku pun mengeluarkan K0ntol ku yg lumayan besar, den menyodor ke arah mulut nya. Dia malu-malu tapi mau menghisap k0ntolku, dgn nikmat yg tak terhingga aku pun mengatakan kepadanya kamu sangat luar biasa Tina.. aahhh…

Sdh puas dgn kuluman bibir nya, aku pun beranjak bangun dan meraih tas kecil yg aku bawa. Ku keluarkan beberapa bungkus kondom berwarna hitam yg memang sdh aku persiapkan untuk situasi seperti ini. Sengaja aku beli banyak dan yg katanya bisa bikin tahan lama, karena aku ingin menikmati tubuh Tina sampai pagi.

Selesai memasang kondom, aku kembali mengelus meki nya yg begitu putih mulus dgn bulu yg jarang-jarang dan perlahan aku masukan k0ntol ku ke meki nya. Aaahh sakit banggggg, pelann pelannn…. TeTinak Tina lirih.
Dgn penuh kasihan, aku pun menggoyangkannya pelan. Sdh masuk separuh k0ntolku ke dalam meki Tina.

Raut wajah Tina mulai berubah dari menahan sakit jadi menahan enak di selangkangannya. Aku pun dgn gairah yg sangat besar mulai menggoyangkan kembali k0ntolku ke dalam meki Tina.

Aahhhh, mmmppphhhh enak banggggg…. Aahhhhh terus banggg…. terusss… Racau Tina.

Sambil menggoyangkan k0ntol, aku pun menyibukan diri mengulum dan menghisap habis toket Tina yg menggoda. Aku gigit gigit kecil putingnya sambil tanganku meremas toket yg sebelahnya. Tina semakin menjadi-jadi. Dijambaknya rambutku dgn kencang.

Aaahh, bang Argaaaaaaa. Enaaaaakkkkk…..

Keringat bercucuran di badan Tina. Terlihat ia begitu menikmati goyangan k0ntol aku di mekinya. Aku pun semakin cepat menggenjot meki Tina yg terasa begitu enaknya. Bang, Tina mau pipis bangggg…. Rintih Tina.

Pipisin aja, say. Gapapa kokkk… balas ku.

Terlihat tubuh Tina mengejang, matanya terbelak dgn mulut yg menganga menahan rintihan.

Tina keluar, bangggg…. Enakkk bangggg! TeTinak Tina sambil menarik tubuhku agar k0ntolku masuk semakin dalam ke mekinya yg berkedut kencang itu.

Nafas Tina tampak tersengal-sengal.

Bang, itu tadi apa bang? Kok enak banget bang? Tanya Tina dgn lemas.
Itu namanya orgasme, say. Enak kan? Tanya ku. Mau lagi gak?
Tina mengangguk pelan. Tapi kali ini Tina langsung bangkit dari tidurnya. Ia mendorong aku supaya tidur di kasur.

Entah setan apa yg merasukinya, Tina yg polos mendadak jadi liar. Tina duduk diatas k0ntol ku dan mengarahkan k0ntol ku kedalam mekinya.

Blesssss, begitu k0ntolku masuk seluruhnya ke dalam meki Tina, Tina terbelak dan langsung menaik turunkan pinggulnya supaya k0ntolku dgn leluasa keluar masuk mekinya yg enak itu.

Uhhhh puasin Tina, banggg, puasin Tinaiii. Tinai sukaaaa….. TeTinak Tina. Aku pun menikmati setiap desahan dan genjotan mekinya di k0ntolku. Sampai 10 menit Tina menggenjot dan ternyata Tina akan segera mendapatkan orgasme lagi.

Bang, Tinai keluar lagi banggggggg….Arrggggghh mppphh sssshhhh… aaaaaaaaaarggggg Ceracau Tina. Seketika Tina menggelinjang, tubuhnya yg bercucuran keringat langsung jatuh lemas diatas pelukan

ku. Sayangnya aku belum mau keluar juga. Kemungkinan keinginan aku menikmati Tina sampai pagi bisa tercapai kalau begini hehehe.

Aku mengambil alih lagi posisi diatas. Tina yg sdh tdk sanggup berkata dan berbuat apa-apa tdk lagi aku pedulikan. Sejurus cepat aku masukan k0ntolku ke dalam meki Tina lagi. Ku genjot dgn cepat supaya aku bisa keluar.
Aaaahhh, banggg, lemes bangggg… Rintih Tina memelas.

Aku tdk peduli, aku hanya memikirkan bagaimana caranya agar k0ntol ini bisa mencapai klimaksnya.
Aku genjot terus meki Tina yg berkedut semakin cepat. Begitu enak rasanya desakan meki Tina pada k0ntolku yg keluar masuk didalamnya.

Akhirnya, aku merasakan gelombang dorongan dari dalam k0ntol yg memaksa keluar. Semakin mendekat, dgn cepat aku cabut k0ntol dan kondom yg terpasang. Langsung aku arahkan k0ntolku ke wajah Tina, dan crottt crottt aaargghhhhh.

Lima semprotan sperma dalam jumlah banyak memenuhi wajah dan mulut Tina yg terbuka karena menahan nikmat dari orgasme sebelumnya. Tina kaget begitu menerima spermaku yg banyak di wajah dan mulutnya. Tapi, bukannya marah, Tina malah menjilat semua sperma dan menelannya ke dalam mulut. Bacaan sex top: Cerita Dewasa Syur Hot Desahan Tiga ABG Bispak

Bang, enak ternyata bang… Sini bang… Tina meraih k0ntolku dan menjilatnya, membersihkan sisa sisa sperma yg tertinggal.
Gimana, Tina. Suka kan? Tanya ku lagi.

Tina mengangguk manja masih sambil sibuk menghisap k0ntolku.

Malam itu aku terus menikmati tubuh Tina berkali-kali sampai pagi. Kitapun bolos kerja keesokan harinya karena badan yg terasa rontok karena permainan kami yg begitu liar.

Tina yg kalem pun berubah menjadi Tina yg haus k0ntol dan sperma. Tak jarang kami mencuri waktu dan tempat hanya untuk saling memuaskan diri masing-masing. Pernah juga kami melakukannya di gudang barang setelah pulang kerja dan toko sdh tdk ada orang lagi.

Cerita Dewasa ABG Terkini Saat Indah Di Masa SMA Bugil

Cerita Dewasa ABG Terkini Saat Indah Di Masa SMA Bugil
Cerita Dewasa ABG Terkini Saat Indah Di Masa SMA Bugil

Cerita Dewasa ABG Terkini Saat Indah Di Masa SMA Bugil Cerita Dewasa ABG Terkini Saat Indah Di Masa SMA – Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa IGO Seksi SPG Perawan Mesum Puas. Cerita sex terbaru, novel sex terlengkap, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx terhot, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal | Ini ceritaku dgn gadis yg selama tiga tahun ini kukejar-kejar karena aku benar-benar falling in love dgn senyum dan manis wajahnya. Namanya Sarah, dia tdk terlalu mencolok dikalangan teman-temannya, tubuhnya tdk terlalu tinggi, dan tdk kurus-kurus amat, ukuran BH-nya 36B, rambutnya kriting pendek tp tertata rapi oleh sisir yg selalu dibawanya dalam tas.
Novel Seks – Sejak kelas 1 SMU kami selalu sekelas, bahkan bangku kami pun selalu berdekatan. Biasanya aku duduk di belakangnya agar bisa menerawang wangi tubuhnya danharum rambutnya, yg selalu membuat k0ntolku menegang. Yg amat jelas dari bentuk tubuhnya adalah bahwa dia sangat montok dan menggiurkan. Sehingga kebanyakan cowok yg menyukainya, cenderung karena tubuhnya dan keakrabannya.
Kumpulan cerita dewasa, cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa igo, cerita dewasa igo terbaru, cerita dewasa igo bugil, cerita dewasa igo 2016
Suatu malam, di awal kelas 3, aku mengajaknya menghadiri perkemahan dalam rangka pelantikan anggota Pecinta Alam yunior di sekolah kami. Karena dari dulu kami memang sdh akrab dia pun tak menolak ajakanku walaupun dia sdh punya cowok, yg tentunya cowok Sarah itu pasti turut serta dalam acara itu, sebab tak lain pacarnya itu adalah panitia pelantikan itu.

Memek Merah Merekah Tante Semok Sange Ngentot
Foto Kontol Besar Panjang Luar Biasa
Ngentot Memek Sekretaris Cantik Selingkuhan Bos
Foto Memek Lubang Besar Jembut Tebal
Cewek Bispak Kulum Penis Hitam Panjang Besar
Foto Bugil Tubuh Mulus Putih Memek Dimasukin Penis Hitam Panjang
Nyepong Kontol Cowok Hitam Memang Super Besar Memek Di Entot
Foto Ngentot Memek Rame Rame Penis Besar Hitam
Foto Penis Hitam Besar Panjang Masuk Memek Kulit Putih
Foto Bugil Cewek Cantik Sexy Ngentot Sampai Lemas

Cerita dewasa terbaru, Saat itu belum terlalu malam. Di perjalanan sengaja aku buat seolah-olah motor ninja yg kukendarai mengalami kerusakan. Jd kami pun berhenti, di tepi jalan menanjak. Langit sdh mulai menggelap, sembari turun dari motor aku pura-pura memeriksa mesinnya. Tiba-tiba bau wanginya mendekatiku.

“Roy, apanya yg rusak?” tanyanya sambil mendekat. Dekat sekali hingga bahunya menyentuh dadaku.
“Ah, nggak tahu, ya?” jawabku.

Aku tak tahan lagi, k0ntolku yg tadinya masih mungil kini telah memberontak dan membesar dalam waktu yg cukup singkat. Lalu dgn sergap aku meraih tubuhnya dan menciumi bibir tebalnya yg indah. Saat itu tak kurasakan atau bahkan kulihat adanya pemberontakan yg kupikir akan dilakukan Sarah. Tanpa disuruh perlahan bibirku turun ke lehernya yg tertutup rambut keriting pendeknya.

Sarah tetap diam saja, malah saat aku kembali melumati bibirnya ia ikut memainkan lidahnya ke dalam mulutku. Lalu dgn sergap aku menariknya jatuh ke dalam semak-semak ygada di sebelah kiri jalan yg tadinya kulalui. Sarah terbujur rapi di atas rumput basah di sesemakan itu. Sementara aku menggiring sepeda motorku ke semak-semak, dia hanya terdiam seolah tengah menantikan tubuhku untuk menindihnya.

Aku kembali menghampirinya, lalu tangan nakalku menguak jaket biru tuanya hingga yg terlihat jelas hanya kaos ketat yg menyelubungi tubuh manisnya. Lalu tanpa kupinta Sarah pun melepaskan kaosnya dan berbaring di atas rumput basah yg sebelumnya sdh dilapisi dgn jaketnya tadi. Dgn kasar aku menarik BH-nya hingga menyebul sepasang daging montok yg masih belia. Ya, ampun baru kali ini aku melihat susu montok yg asli di depan mataku, perlahan namun pasti aku menyentuh lembut puting susunya. Lalu dgn gesit kuciumi susunya yg besar itu sembari mempermainkan puting coklatnya. Lidahku pun turut bermain menjilat-jilat puting mungilnya yg mengeras karena rangsanganku.

“Akh.. akh.. akh.. Roy!” desahnya lembut.

Lalu semakin lama kuhisap semakin kencang pula susunya rupanya dia jg terangsang dan menikmati permainan bibirku. Lalu tangannya mulai membelai-belai rambutku. Dan menekannya lebih mantap pada susunya. Hingga akhirnya tangannya dgn kasar mendorong kepalaku menuju selangkangannya.

“Buka donk, Roy!” suruhnya.

Dgn hati-hati aku membuka celana panjangnya yg kemudian kulanjutkan dgn melorotkan CD-nya yg basah karena terangsang.

“Ayo hisap..!” pintanya.

Pertama-tama aku masih sedikit jijik saat merasakan cairan yg keluar dari liang kemaluannya itu, tp lama-kelamaan aku pun menikmati permainan itu. Dgn giatnya aku menghisap klitorisnya, dan kubiarkan lidahku menyasar ke arah memeknya yg terasa asin oleh cairan kewanitaannya.

“Akh.. terus dong hisapnya, ayo.. masukin aja lidahmu..!” pintanya setengah mendesah.

Aku hanya menurutinya saja, lidahku kudorong masuk ke dalam lubang kewanitaannya sembari terus memainkan putingnya dgn kedua tanganku yg bebas.

“Akh..!” desahnya sambil menggeliat, lalu kurasakan kedua pahanya menjepit kepalaku yg masih asyik di antara selangkangannya.

Setelah beberapa lama akhirnya Sarah yg sdh telanjang bulat bangkit dan mendorongku jatuh di atas jaket yg sedari tadi sdh ia jdkan alas. Dgn pandangan mesumnya, Sarah mulai membuka bajuku dan jg celanaku. Hingga aku pun telanjang bulat tanpa ada sehelai benang pun yg menutupi tubuhku. Sarah mulai mempermainkan k0ntolku, pertama dgn jarinya lalu tiba-tiba lidahnya menjilat manis, ia mulai menghisap-hisap batanganku yg benar-benar lebih besar dari biasanya. Hisapan yg tentunya baru pertama kalinya aku rasakan. K0ntol perjakaku yg tadinya hanya 15 cm dan berdiameter 3 cm tiba-tiba saja memanjang jd 17 cm dan diameter jd 4 cm.

“Ahhh.. Sa terus Say! ayo hisap terus sampai keluar!”

Lalu sambil menghisap k0ntolku Sarah mempermainkan telur kejantananku dgn jemari basahnya. Hingga akhirnya lidahnya menjulur turun ke testisku dan mengulumnya pelan nan lembut.

“Ahhh.. ahhh.. mmmpppphhhh..!” desahku keenakan.

Rasanya hangat membakar tp jg mengasyikkan. Tp tak lama kemudian ia bangkit dan menduduki perutku, tangannya tengah sibuk berusaha memasukan k0ntolku ke dalam memeknya. Dan..

“Bluussss..”
“Ahh..!” desahku.

Dgn cekatan seolah pernah melakukan kegiatan itu ia menggoyangkan selangkangannya maju-mundur mengikuti irama desahan kami. Bahkan susunya yg kencang pun ikut bergoyang sesuai irama. Sarah melakukan semuanya seperti seorang ahli. Benar-benar ahli.

“Sa, kamu udah pernah, ya, ama pacar kamu?” tanyaku penasaran.
“Ahh, dia nggak ngaceng kalau liat tubuhku. Aku sering ginian ama Oomku, dia yg ngajari aku dari detailnya.”

Rupanya gadis yg benar-benar kukagumi ini tdk sepenuhnya sempurna, tp hati nuraniku terkalahkan oleh nafsu ganasku. Aku tdk akan memperdulikan latar belakangnya yg jelas saat ini aku bisa benar-benar menikmati indah tubuhnya dan hangat sentuhnya serta panas birahinya.

Setelah agak lama ia menggoyangkan tubuhnya, aku yg tadinya masih perjaka pun tak kuasa menahan mani yg akan segera keluar dari kemaluanku.

“Ahh.. aku udah keluar!” ucapku setengah mendesah.
“Ah.. kamu ini masih perjaka, ya?” tanyanya ketus.
“Masa baru satu ronde gini kamu udah KO duluan, sich!”
“Abis harus gimana, donk?” jawabku serba salah.
“Ywdah kalau mau ngeluarin sekarang ya keluarin aja!” ujarnya setengah membentakku.
“Tp nanti kamu.. hamil!”
“Santai aja aku nggak bakalan hamil kok, kamu nggak usah takut dong, Roy. Aku selalu rutin minum pil KB milik mamaku kok!”

Beberapa detik kemudian,

“Akh..!” aku pun orgasme.

Karena perkataannya yg agak tajam itu aku pun terdorong untuk membuatnya KO, sebab yg kutahu pria mana, sih, yg mau dikalahkan sama wanita di atas ranjang (walau kenyataannya aku tdk sedang di atas ranjang). Lalu sambil mengumpulkan sisa kekuatanku, aku bangun dari baringku, dgn kekuatanku yg meningkat tajam, sama tajamnya dgn k0ntolku, kubalikkan tubuhnya hingga ada di bawahku. Kemudian kumulai lagipertempuran yg memang harusnya akulah yg ambil kendali.

Aku kembali memasukkan adikku yg masih segagah tadi, bahkan lebih gagah lagi karena terbakar semangatku yg memanas.

“Bluussss!” Cukup mudah karena lubang memeknya tdk terlalu sempit.

Mungkin benar kata Sarah kalau dia sdh sering nge-sex sama Oomnya. Aku yg masih pemula pun mulai menggoyangkan tubuhku maju-mundur seperti yg Sarah lakukan tadi.

“Ahh.. ahh.. ahh.. uuuuhhhhh.. bagus Roy, betul.. akh..!” desahnya keras.

Peluhku pun berjatuhan karena capai, tp perang belum usai, si adik gagah sdh mulai mau mengeluarkan maninya.

“Sa kamu belum orgasme jg?” tanyaku tak tahan menahan mani yg hendak menyembur keluar.
“Sebentar lagi kok, Roy!”

Lalu setelah maniku keluar dan orgasmeku hadir di ujung k0ntol,

“Aaahhhhhhh..!” desahnya keras sekali tepat di dekat telingaku.
“Aku udah orgasme, Roy!” ujarnya senang dan puas.

Ritual berikutnya ia memintaku memasukkan k0ntolku ke dalam lubang anusnya, aku hanya menurut saja. Tak seperti dugaanku ternyata mudah sekali untuk memasukkannya ke dalam anusnya. Dalam beberapa goyangan aku pun berhasil mencapai orgasme. Bacaan sex top: Cerita Dewasa Perselingkuhan Sama Pimpinan Bank

“Akh.. udah dulu ya Sa, aku udah capai banget!” ujarku saat dia ingin melakukannya sekali lagi.

Kami pun segera berbenah setelah aktivitas tak terduga kami lakukan. Aku sedikit merasa bersalah pada Sarah dan pacarnya, walau sesungguhnya aku sangat membenci pacarnya yg menurutku sangat beruntung. Walau pun kenyataannya ia tdk seberuntung diriku.

“Roy, kamu pintar jg, ya!”
“Aku jd nggak enak sama kamu dan pacarmu, Sa!” kataku padanya.
“Ah, santai aja sebenarnya aku jdan sama dia cuman untuk mainan aja kok!” jawabnya santai.
“Kamu nggak apa-apa? Kamu nggak nyesel?”
“Buat apa nyesel, malah kalau kamu pengen lagi aku jg mau, kok. Soalnya kalau sama Oom-ku aku cuman bisa 2 bulan sekali.”

Itulah Sarah gadis pujaan hatiku, dan semenjak saat itu kami mulai sering ngen-tot bareng. Bolos les-lah bahkan kadang-kadang kami sewa kamar di puncak. Dan hasilnya aku pun makin mahir dari hari ke hari.

Hingga akhirnya Sarah pun mengakui kehebatan k0ntolku yg mampu bertahan sembilan ronde. Kami memang tak pernah pacaran walau pun akhirnya ia putus dgn pacarnya. Tp, kami sama-sama saling memenuhi kebutuhan sexual kami masing-masing. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Cerita Dewasa Akhirnya Berhasil Juga Menikmati Memek Kamu

Cerita Dewasa Akhirnya Berhasil Juga Menikmati Memek Kamu
Cerita Dewasa Akhirnya Berhasil Juga Menikmati Memek Kamu

Cerita Dewasa Akhirnya Berhasil Juga Menikmati Memek Kamu – Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa IGO Making Love Dengan Pemilik Salon. Cerita sex terbaru, novel sex terlengkap, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx terhot, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal | Menjanda itu gak mudah. Banyak godaannya. Untung aku mampu mengatasinya selama 11 tahun. Berjuang sendiri untuk membesarkan dan menyekolahkan Kedua putriku. Aku sangat bahagia sekali, saat putri pertamaku di wisuda, kemudian dalam hitungan bulan dia bekerja lalu dipersunting oleh suaminya dan dibawa merantau ke Kalimantan.

Cerita Sex Selingkuh Akhirnya Berhasil Juga Menyetubuhi Kamu
Cerita, Dewasa, Akhirnya, Berhasil, Juga, Menikmati, Kamu, cerita sex selingkuh, cerita perselingkuhan, cerita dewasa selingkuh, cerita bokep selingkuh, cerita semi selingkuh, cerita porno selingkuh terkini, cerita hot perselingkuhan
Ilustrasi Foto Syur Janda Bispak Hot Terkini 2016

Novel Seks – Kebahagiaanku yg kedua, saat 2 tahun kemudian putriku yg kedua diwisuda. Hampir setahun dia bekerja, kemudian dia dipersunting oleh pemuda, jg dari seberang yg bekerja di kota kami.-cerita sex terbaru– Agar aku tdk kesepian dan mereka jg tdk mengeluarkan uang banyak, mereka pun dgn senang hati menerima tawaranku. Mereka tinggal dan menetap di rumahku. Kami tinggal bersama.
Kumpulan cerita dewasa, cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa igo, cerita dewasa igo terbaru, cerita dewasa igo bugil, cerita dewasa igo 2016
Kamar kami bersebelahan. Terlalu sering aku mendengarkan desahan desahan kenikmatan dari putriku. Mulanya aku risih jg, tp dalam usiaku ke 39 tahun, lama-lama aku menimati desahan nikmat putriku yg entah diapain oleh suaminya Wildan yg memang tampan, gagah, tinggi dan kelihatannya perkasa.

Cerita dewasa terbaru, Saat suatu pagi Wildan keluar dari kamar madi (hanya kamar tidurku yg meiliki kamar mandi) dia melilitkan handuk di tubuhnya. Senyumnya yg manis pagi itu membuat hatiku berdebar. Terlebih td malam aku mendengar desahan dan rintihan nikmat dari putri bungsuku. Saat itu jg kemaluanku berdenyut-denyut. Gila. Aku kan mertuanya? Andaikan orang lain, aku akan merayunya sampai bisa menaklukkannya.

Walau usiaku sudah 39 tahun, tp aku yakin tubuhku masih bohay dan masih menarik dari sisi seksualitas. Banyak mata laki-laki jalang menatap keindahan body-ku. Banyak suitan dan ucapan merayu dan bahkan banyak yg harus menelan air ludah mereka, bila aku melintas depan mereka.

Cerita mesum terbaru, Lalu bagaimana dgn Wildan menantuku? Kenapa tiba-tiba aku menginginkannya, setelah mereka 3 bulan tinggal di rumahku? Kenapa pula aku selalu menanti derit ranjang mereka di kamar sebelah. Kenapa pula aku menantikan suara rintihan dan desahan nikmat dari putriku sendiri dan mebayangkan bagaimana mereka melakukan persetubuhan? Apakah aku sudah gila?

Tdk, ini tdk boleh terjadi. Tp semakin aku berusaha menahan gejolak diriku, demikian pula aku merasakan betapa keinginan itu membubung tinggi di awang-awang yg jauh. GIlakah aku? Normalkah aku? Dari sisi agama mungkin tdk. Dari sisi seksualitas, aku masih 39 tahun dan sudah 11 tahun menahankan diri untuk tdk disentuh oleh seorang laki-laki.

Cerita ngentot terbaru, Saat kami sarapan pagi bersama di meja makan, aku mendengar celotehan mereka dan putriku demikian manja kepada Wildan. Duuuuhhh… kenapa aku jadi cemburu? Bukankah wajar saja pengantin baru dan kemudian seorang isteri memanjakan dirinya kepada suaminya dan suami memberikan kemanjaan kepada isterinya? Cepat aku menyelsaikan sarapanku, kemudian meningalkan mereka. Aku mengambil kesibukan lain seperti menata bunga-bunga di pot serta mengguntingi dedaunannya.

Saat mereka mau berangkat bekerja, mereka menyalamiku dgn takzim, cium tangan. Saat Wildan mencium tanganku, kemudian tak sengaja bibirnya terkena ke ujung jariku, langsung hatiku berdebar, kemudian nafsuku bergelora. Duh Gusti. Tolong aku, jangan sampai aku mencintai menantuku sendiri. Tolonglah agar nafsu yg bergejolak ini bisa aku redam.

KUhabiskan waktuku memasak untuk makan siang kami kemudian kucari berbagai kesibukan lainnya. Baru saja aku hampir menyelesaikan pekerjaanku, tiba-tiba Wildan menyapaku dan dia sudah berada di depanku. Langsung dia mendorong gerbang dan membukanya lalu masuk ke rumah.

“Lho.. kok udah pulang?” kataku.
“Tdk bu… hanya ada sesuatu yg ketingalan dan harus aku ambil,” katanya bergegas melintasku.

Saat itu kami bersenggolan. Duh… buah dadaku tersenggol oleh tangannya dan kebetulan td aku memang membuka bh-ku, karean aku merasa gerah saat aku baru saja pulang belanja. Ketika aku mau buang sampah ke bak sampah di depan rumah, saat itu Wildan ada di depan gerbang.

Aku mengikutinya ke dlm rumah.

“Tumben pagi ini ibu cantik sekali,” katanya sembari tersenyum.
“Apa betul ibu masih cantik?” tanyaku mengikuti seloronya yg aku anggap adalah seloro.
“Masih cantik lho bu. Bahenol lagi. Tubuh ibu lebih sinntal dan lebih berisi dari tubuk Rani,” katanya memujiku.

Mungkin sja apa yg dikatakannya itu benar. Nineik putriku memang tdk montok, bahkan tubuhnya jg kurang padat.

Saat itu aku tdk mengerti, kenapa pula aku mengikuti pembicaraan yg seperti itu.

“Menurut kamu bagian mana dari tubuh ibu yg menarik?”:
“Menurutku, semua, BU. Pantat ibu masih cukup padat. Td aku tersenggol tetek ibu, jg masih terasa kenyal,” katany sembari tersenyum. Aku menjadi malu.

Aku diam dan tertunduk, walau aku tersenyum simpul secara sembunyi jg.

“Bibri ibu jg sangat sensual, aku sebenarnya menginginkannya, Bu,” katanya tegas.

Aku gemuruh. Gemetar dan aliran darahku berdesir-desir. Saat aku mendongakkan wajahku, saat itu jg Wildan langsung menangkap tengkukku dan kemudian dan mengecup bibirku dan memelukku. Aku terkesima, seperti aku tersihir. Kenapa sejak beberapa hari lalu aku sangat menginginkannya, tp saat ada peluang, justru Wildan sendiri yg memulai, aku malah menjadi kaku?

Melihat aku tdk bereaksi, Wildan melepaskan pelukannya dan segera keluar rumah sembari menutup gerbang dan menctarter motor bebeknya. Saat mau bernagkat, dia sembpat tersenyum manis dan mengedipkan matanya sebelah untukku. Aku membalas dgn senyum.

Aku kembali ke dapur untuk meneruskan memasak. Terus terang aku tdk konsentrasi. Aku masih merasakan bibir Wildan lengket di bibirku dan dan aku masih merasakan saat dipeluknya, tetekku menempel di dadanya. Aku masih merasakan tetekku nempel di dadanya yg hangat. Haruskah…

Aku masih mendengar suara sepeda motor Wildan. Setelah dia jauh, aku pun menyadarinya, kalau aku sangat terangsang dicium dan dipeluknya, terlebih saat terasa gesekan tetekku di dadanya.

Cepat aku memakai dasterku, kemudian aku keluar kamar. Aku tdk memakai Bra dan celana dalam. Aku menegerjakan sesuatu di dapur, namun aku tetap terbayang pada kecupan bibir Wildan menantuku dan pelukannya yg membuat tubuhku membara. Kenapa td aku diam saja dan tdk memberikan perlawanan apa-apa? Tiba-tiba saj arasa maluku hilang, karean desakan libidoku yg membuncah-buncah. Aku segera menekan tuts-tus HP ku dan mjenunggu Hp diangkat. Da… ah. Dadaku gemeretar, karena tiba-tiba HP diangkat das terdengar suara demikian merdu dan lembutnya.

“Hallo mama sayang…”

Duhh… merdunya suara menantuku dan merayu. aku sadar kalau aku sedang dirayu, tp aku membutuhkanya. Membutuhkan rayuan, membutuhkan sex dan bahasa kasarnya, aku membutuhkan jalantol.

“Ayo, kembali dong…” kataku seperti memelas.
“Hehehehehe… sudah kuduga, Mama pasti membutuhkan aku. Okee aku segera tiba. Tdk sampai 5 menit,” katanya.

Duh… dia sudah pergi lebih dari 20 menit, tp kenapa bisa kembali bisa hanya 5 menit? Akankah dia ngebuit sekencang-kencangnya.

Benar, bahkan tdk sampai 5 menit, dia sudah kembali dan langsung memasukkan sepeda motornya ke dalam rumah. Dia tersenyum nakal dan penuh nafsu, tp entah kenapa aku menyukainya. Setelah dia menutup pintu rumah dan menguncinya dgn aman, dia serbu aku. Langsung dia memelukku dan mengecup bibirku. Aku hanya mampu memebalas pelukannya yg kuat dn menerima lidahnya bermain di rongga mulutku.

Kancing-kancing dasterku sudah lepas, kemudian disusul lepasnya pakaianku berceceran di lantai. Aku sudah bugil. Seluruh tubuhku, tdk lagi yg menghalangi pemandangan mata, bahkan tdk bisa lagi menghalangi, jika sesuatu menusuk-nusuk kemalauanku.

Wildan jg dgn segera melepaskan pakaiannya dan bugil sepertiku. Duh… tubuhnya yg atletis dan penisnya yg megacung dan mencari sesuatu.

“HAyoOO… cepat. Sebentar lg aku akan menjemput isteriku mama sayang,” katanya.

Dia tangkap tengkukku dan dituntunnya mulutku utk mengulum-ngulum penisnya dan mekiku menjadi basah. Aku tak tau lg harus berbuat apa ketika itu.

Dgn mudahnya, Wildan mengangkat tubuhku, saat sedikit pantatnya duduk di kursi makan. Kedua pahaku sudah mengangkang, karena kedua betisku bnerada di sudut siku tangannya, sedang kedua telapak tangannya memgang buah pantatku. Penisnya yg menegang, dia kenakan ke lubangku dan setelagh ujung kontiol itu menempel di lubangku, tubuhku pun diturunkanya dan jalantol besar dan panjang itu, langsung menusuk Mekiku yg sudah basah.

Tangannya yg kekar menarik maju-mundurkan pantatku, hingga penisnya keluar masuk di dalam lubangku.

Huuuuhhhh… Meki-ku benar-benar sudah basah dan becek. Nafasku terengah-engah menahankan kenikmatanku. Aku jadi tak perduli pada diriku sendiri. Aku bukan ibu mertua lagi. Bukan wanita terhormat yg operlu disegani lagi. Aku sudah menjadi LONTE sekarang. Tp aku tak perduli, karean aku membutuhkannya dan sangat membutuhkannya. Tak perduli Wildan adalah menantuku. Dia adalah seorang laki-laki perkasa yg selama mereka tinggal di rumahku, aku sangat menginginkannya.

Aku tak mampu mengimbangi kocokannya. Yg kulakukan memeluk tengkuknya kuat-kuat dan kubenamkan kepalaku di lehernya. Aku mendesah-desah dan merintih-riontih kecil.

“Aku sudah sampai sayang. Aku lemas,” kataku berbisik dan merengangkan pelukan di tanganku.
“Sabar… aku akan keluarkan kepuasanku,” katranya menidurkan diriku di atas meja makan, lalu dia mempompa diriku dgn kuat dan cepat, sampai spermanya muncrat di dalam tubuhku.

Kami berpelukan sejenak dan dia membelai kepalaku. Indahnya perasaanku, diperlakukan seperti gadis remaja tingting/ DImana perempuan seusiaku, diperlakukan seperti yg diperlakukan olehj Wildan pada diriku. Indah sekali perasaanku. Kami pun membersihkan diri dan berpakaian. Wildan buru-buru berpakaian dan merapikan rambutnya. Dgn kecupan di pipiku dia keluar dan menstarter sepeda motor bebeknya, lalu pergi.

Bahagia sekali perasaanku. Aku pun makan siang dan tdk menunggu merek lagi. Usai makan siang, aku rebahan di tempat tidur, sembari mengenangkan kejaian td. Semakin aku mengenangkannya, aku menjadi horni dan aku ingin diperlakukan seperti td. Ingin aku memanggilnya kembali, tp aku malu hati. Tiba-tiba anakku menghubungiku via HP-nya dan mengatakan dia mungkin pulang malam dan diantarkan oleh mobil kantor. Akua menjadi gembira, berarti aku akan bisa berhubungan lagi dgn Wildan. Cepat aku menetakan nomor Wildan. Saat aku mau menekan nomor terakhir Wildan sudah menghubungiku seperti tertera dalam layar HP.

“Hallo,” kataku manja. Kok aku bisa bermanja ya? Aneh jg rasanya.
“Hallo mama sayang. Gimana, Nikmat gak.”
“Nikmat sekali sayang….”
“Masih mau?”
“Tentu dong. Andaikan kamu berada di sini sekarang, aku ingin kita mulai lagi,” kataku tanpa sungkan dan ragu.
“OK aku segera datangt. Aku harap, mama menyambutku dalam keadaan telanjang. Membuka pintyu dgn telanjang dan semuanya dgn telanjang,” katanya merayu.
“OK…!” kataku pula dgn mantap.

Begitu HP gterputus, aku langsung melepaskan semua pakaianku adan aku berbugil ria di rumahku. LKIma menit kemudia, aku mendengar suara klakson sepeda motor bebek dan aku mengenalnya, dia adalah Wildan. AKu membujka pintu dan melongokkan kepalaku tak berani keluar dari balik pintu. Wildang mengertio, kalau aku sudah bugil. Dia tersenyum Nakal dan memasukkan sepeda motor ke dalam rumah. Bacaan sex top: Cerita Dewasa IGO Seksi SPG Perawan Mesum Puas Video Bokep Bisa Anda Download Disini http://www.juraganbokep.tk

Setelah berada dalam rumah, aku langsung menutup dan mengtunci pintu. Wildan mematikan mesin kenderaan dan melapas pakaiannya dan melemparnya di lantai. AKu langsung menyerbu dan menubruknya dan memeluknya. Kami berpelukan, sepertinya aku masih berusia 16 tahun. Wildan langsung mehecup bibirku dan meremas-remas tetekku. Benar, tetekklu tdk kencang lagi, tp tdk molor seperti tetek perempuan seusiaku.

Kami saling pagut dan saling memuaskan diri. Tubuhku dijilat dgn lembut. Dibagian mana tubuhku dijilati, dibagian itu pula aku menjilati tubuhnya. Sampai akhrinya aku sudah tdk mampu lagi menahankan siksaan. Kutolak tubuh Wildan di lantai dan aku menaiki tubuhnya dari atas. Kuarahkan penisnya ke dalam lubang memekku, lalu aku meliuk-liukkan tubuhku di atas tubuhnya. Pentil tetekku, tergesek-gesek di atas dadanya dan aku menjuiklati lehernya. Buah pantatku di remas kuat oleh Wildan dan membantuku untuk memutar-mutar lubang Meki-ku.

Aku pun tak tahan lagi dan menjepit kedua kakiku ke bagian mana saja di tubuh Wildan dan aku melepaskan nikmatku.

Cerita Dewasa SPG Muda Berkunjung Ke Counter HP Sebelah

Cerita Dewasa SPG Muda Berkunjung Ke Counter HP Sebelah
Cerita Dewasa SPG Muda Berkunjung Ke Counter HP Sebelah

Cerita Video Mesum Dewasa SPG Muda Berkunjung Ke Counter HP – Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa IGO Terupdate Nikmatnya Tubuh Teh Elis. Cerita sex terbaru, novel sex terlengkap, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx terhot, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal | Siang itu aku pergi ke sebuah Mall. Aku memakai celana jeans cut bray dengan kaos ketat. Rambutku aku beri gel secukupnya untuk menjaga penampilanku. Dengan percaya diri aku masuk ke sebuah mall tersebut untuk membeli casing handphone. Aku datang masih pagi, sekitar jam 09.30. Rupanya beberapa Counter masih tutup. Banyak pegawai Counter yg berdiri di depan counternya yg tertutup. Mereka menunggu pimpinan atau pemilik Counter nya yg akan datang membukakan Counter.
Novel Seks – Sambil berjalan aku merasa diriku diperhatikan 2 orang cewek yg tampaknya pegawai yg menunggu Counternya buka. Mereka memperhatikanku, terutama salah seorang di antara mereka ada yg wajahnya manis. Tingginya rata-rata saja, kira-kira160 cm. Aku belum memperhatikan detil lain kecuali rambutnya yg panjang. Mata cewek itu memandangku sambil ngobrol dengan temannya. Kemudian mereka tertawa bersama. Aku pikir mereka membicarakanku.
Aku cuek saja. Aku ingin agar urusanku cepat selesai. Seperti pengunjung kebanyakan, aku ingin mencari dan membeli barang yg kubutuhkan, lalu pulang. Ketika melihat sebuah counter hp yg sudah buka, aku segera masuk dan mulai mencari casing hp. Ternyata cukup sulit menemukan casing yg aku inginkan. Keluar dari satu counter, aku mencari di counter lain, dan masih belum mendapatkannya.

Sambil mencari counter lain, aku melihat 2 cewek tersebut masih memperhatikanku. Yg satu malah dengan nekat tersenyum dan mengedipkan mata padaku. Darahku berdesir. Dilihati saja aku sudah biasa. Tetapi kalau digoda dengan kedipan mata, jarang sekali. Pernah juga aku dicium di lift beberapa tahun lalu oleh seorang perempun yg tdk kukenal, tetapi itu adalah satu-satunya peristiwa langka yg aku alami.

Cerita dewasa terbaru, Kali ini, mau tdk mau aku jadi salting. Akhirnya kubalas senyumnya. Dasar cowok! Diberi umpan, di ambil saja. Tiba-tiba aku punya pikiran jelek. Siapa tahu mereka adalah cewek nakal yg mencari mangsa di mall? Wah, aku tdk tertarik sama sekali dengan cewek yg menjual tubuhnya demi uang. Tapi aku tdk suka hanya berpraduga. Maka kuputuskan untuk menghampiri mereka.

Begitu sadar bahwa aku berjalan mendekati mereka, kedua cewek itu seperti orang yg kebingungan. Sambil tertawa, salah seorang di antara mereka pergi menjauh. Tinggal cewek yg tadi tersenyum padaku. Wah untunglah, yg lebih cantik dan manis yg tinggal. cewek itu tampak grogi ketika aku mendekat.

“Haiiii..” sapaku.

Sex Hot, Aku tersenyum dan berdiri di sampingnya.

“Hai.. Lagi cari hp ya?” tanyanya.
“Oh. Gak.. cuma Lagi nyari casing. Kamu kerja dimana?” aku berharap dia benar-benar pegawai counter.
“Di counter itu..” katanya sambil menunjuk sebuah counter handphone yg masih tutup.

Aku lega mengetahui dia benar-benar pegawai counter. Bagaimana kalau pegawai counter yg punya profesi ganda? Muncul pertanyaan itu di otakku. Masa bodoh ah. Tdk ada bukti.

“Biasanya bos-mu datang jam berapa?” tanyaku lagi.

Kulihat cewek ini memakai baju yg kancingnya agak terbuka. Tanpa sengaja aku bisa melihat payudaranya yg terbungkus bra hitam. Wah, sexy juga. Jantungku berdebar. Aku bisa mengintip buah dadanya. Kalau tadi tdk sengaja, sekarang aku sengaja mencuri kesempatan untuk melihatnya.

“Tdk tentu. Kadang jam 9.30, kadang 10, kadang juga molor sampai jam 11.”
“Oh ya.. Namamu? Aku Troy” aku mengulurkan tanganku.
“Ya.. Aku Sela. Cari casing apa? Mungkin di counterku ada”
“Hm.. Ini..” aku menyebutkan salah satu tipe ponsel.

Aku agak kurang konsentrasi karena mataku masih mencuri pandang ke belahan bajunya yg memberiku hak akses melihat payudaranya. Ugh.. kecil, sekitar 34A, tapi sexy sekali. Tubuh Sela juga kecil, dengan tinggi 160 cm, beratnya mungkin hanya sekitar 45 kg. Kurus langsing. Payudaranya coklat sesuai dengan warna kulitnya. Aku suka sekali bisa mengintipnya.

Tiba-tiba tangan Sela meraih kemejanya dan melepas salah satu kancingnya! Aku sangat terkejut. Rupanya Sela tahu bahwa aku mengintip payudaranya. Tapi bukannya menegurku, dia malah membuka salah satu kancing bajunya. Ugh.. Aku menelan ludah. Tiba-tiba aku merasa haus. Ingin segera kuraih payudaranya dan kuhisap. Sela sengaja membiarkanku melihat payudaranya!

“Di counterku ada banyak casing HP itu. Kamu cari yg seperti apa?” Tanya Sela.

Gayanya cuek sekali. Membuat jantungku makin berdetak kencang. cewek ini bikin aku bergairah.

“Mmmmmm.. Aku cari yg transparan. Aku suka bisa melihat bagian dalammu..”
“Bagian dalamku?”
“Upsss.. Bagian dalam HPku. Sorry” Astaga.. Aku sampai salah bicara gara-gara tdk konsentrasi.

Busyet, aku melihat Sela tersenyum kecil. Jari-nya kini menyelinap masuk payudaranya dan membuat gerakan mengusap pelan. Arrgh.. Gila.. Dia menggodaku. Kurang ajar!! Aku marah pada k0ntolku yg dengan manjanya mulai menggeliat bangun. K0ntol memang tdk pernah bisa dikontrol. Seandainya bisa, aku akan menyuruhnya tidur dulu.

“Ada yg transparan. Dari depan sampai belakang kamu bisa lihat sepuasnya..” katanya pelan.

Kata-kata Sela mulai membawaku melayg terbang. K0ntolku berdenyut nikmat. Dia mulai siaga merasa akan ada pertempuran. Gila, ini di Plaza!

“Mana bisa.. Countermu masih tutup. Aku tdk banyak waktu. Aku cari di counter lain aja..” kataku mengalihkan pembicaraan.

Uffhh.. Aku menahan nafas melihat Sela membuka sedikit bra dengan jarinya dan menunjukkan puting susunya! cewek ini pasti exhibionist. Suka mempertunjukkan bagian tubuhnya. Kulihat dia menikmati pandanganku yg makin panas ini.

“Ya cari saja di counter lain. Tapi kamu akan rugi kalau tdk beli di counterku..” bisiknya.

Sela mendekatkan tubuhnya merapat ke tubuhku. Kami saat itu berdiri di dinding counter. Tangannya tiba-tiba bergerak cepat memelukku dari belakang dan mencubit pantatku! Lalu tangannya kembali seolah tdk terjadi apa-apa. cewek ini bikin aku semakin bergairah. Aku nyaris kehilangan kata-kata. Keep cool, man! bisikku dalam hati. Aku mencoba tenang.

“Kenapa aku rugi?” tanyaku pelan juga.

Tanganku bergerak cepat juga mencubit pantatnya. Sela menjerit pelan. Bukan jeritan mungkin, hanya semacam seruan terkejut. Tapi itu pasti hanya pura-pura terkejut.

“Kamu ada uang 15.000?” bisik Sela. Tentu saja ada.
“Buat apa? Harga casingnya segitu ya?” tanyaku belum mengerti maksudnya.
“Ikut aku..” katanya kemudian sambil melangkah pergi.

Mau tdk mau karena penasaran aku mengikutinya. Kami berjalan melewati beberapa lorong sampai melewati kamar mandi. Kemudian kami tiba di sebuah pintu bertuliskan,

“Selain Karyawan Dilarang Masuk.” Mungkin semacam gudang tempat penyimpanan alat-alat cleaning service dan security.

Sela membuka pintu itu dan kami bertemu seorang pria karyawan plaza yg di dadanya bertuliskan “Cleaning Service”. Sela meraih uang dari tanganku dan memberikannya pada karyawan pria itu sambil membisikkan sesuatu pada pria itu. Pria tersebut mengangguk sambil tersenyum dan keluar dari ruangan itu.

Sekarang aku paham. Kami akan memakai ruangan ini untuk bercinta! Setelah pria itu keluar sambil membawa uang Rp 20.000 tadi, Sela mengunci dari dalam dan aku yg sudah terangsang segera menghampirinya.

“Aku pasti beli di countermu..” bisikku sambil mencium bibirnya.

Sela membalas ciumanku dengan ganas. Tapi ciumannya agak kasar. Dia melumat-lumat bibirku sambil sesekali menggigitku. Aku sampai terheran-heran melihat agresifitasnya.

“Kok nafsu banget, Sela?” tanyaku.

Sela bukan seorang yg hebat kissingnya. Tapi jelas nafsunya lagi tinggi. Aku mencoba melayaninya dengan baik. Mencium bibirnya dengan caraku yg unik. Unik? Hanya orang-orang yg pernah bercumbu denganku yg tahu. Aku tdk bisa mendeskripsikannya di sini.

Aku kemudian menjilat pipinya dan turun ke leher. Sela tdk mau kalah. Dia melepas sendiri kemejanya. Kini dia hanya memakai bra. Nafasnya terengah-engah. Aku menjilati lehernya hingga membuatnya merintih keenakan.

“Oogghhhh.. Enak, Troy..” rintihnya.

Aku memainkan lidahku di lehernya. Kemudian naik ke telinganya dan mulai menggigit kecil telinganya.

“Mmmmpphhhh” desah Sela.

Ia menarik kepalaku dan mencari bibirku. Kami kembali saling melumat. Dengan rakusnya dia mencumbuku. Wah, wah, mirip Lily, tetapi Sela agak kasar. Belum sehebat Lily. Kami berciuman lama sekali. Sela ternyata hobi berciuman bibir. Tdk bosan-bosan dia melumatku. Bibirku sampai getir rasanya. Pada kenyataannya, berciuman dengan agresif seperti ini, tdk akan bertahan lama rasa enaknya. Apalagi untuk bibir seperti bibirku yg tipis seksi.

Tanganku sudah tak sabar melepas kait bra-nya. Begitu bra-nya lepas, payudaranya menyembul keluar. Sangat menantang. Kecil tapi seksi. Payudara tdk harus besar bagiku. Kecil pun oke. Tentu untuk payudara kecil, tanganku tdk boleh terlalu keras menekannya. Aku memilih meremasnya dengan sangat lembut. Payudara adalah bagian tubuh yg sensitif. Dengan halus aku merangsang payudaranya.

Tubuh Sela kegelian menahan rangsanganku. Dia menggeliat ke kiri kanan sambil terus menciumku! Bibirku sudah makin getir. Aku memutuskan melepas ciuman kami dan mulai mencium tubuhnya. Aku menjilat bagian pusarnya. Kemudian merayap naik ke dasar lembah payudaranya. Sela mendesah sambil tertawa karena geli.

“Ah.. Ah.. Haha.. Kamu pintar juga, Troy!” desahnya.

Aku sampai heran, begini saja kok disebut pintar. Padahal biasa saja, cuma menjilat di perut dan merayap naik. Semua pria juga bisa. Tapi mungkin tdk semua pria tdk mau berlama-lama menjilati perut segala.

Dari dasar payudara, aku mulai naik mengelilingi lingkar payudaranya. Berputar naik mencari putingnya. Makin mendekati putingnya, desahan Sela makin kuat.

“Ah.. Ooooggghhh.. Yes.. Yah.. Terus.. Troy!” desahnya.

Tentu saja aku akan melayaninya. Membuatnya nikmat dengan jilatanku yg dahsyat. Tak lama kemudian ujung lidahku mencapai puncak payudaranya. Kemudian seluruh lidahku menutupi putingnya dan aku menyapunya penuh.. Srr.. Srr..

“Agghhhhh..” Sela mengerang hebat.

Dia terangsang dengan perbuatanku. Kelebihanku adalah memainkan tempo dan dinamika jilatan. Membuat saraf-saraf Sela berdebar menanti kejutan dan siksaan nikmat yg kuberikan. Kemudian mulutku menerkam payudaranya. Kuhisap sambil mengkombinasi dengan tekanan lidahku pada putingnya. Kurasakan puting payudara Sela mengeras. Tegang berarti darahnya sudah naik. Warna putingnya semakin gelap. Keringat mulai mengucur. Perlahan aku merasa tangan Sela bergerak membuka celanaku. Aku tdk memakai sabuk, jadi mudah saja membuka kancing jeansku. Segera Sela menyibak celana dalamku dan menemukan k0ntolku.

“Ugghh” aku agak kesakitan karena k0ntolku terhalang celana dalam yg belum terbuka sempurna. Ditambah beberapa rambut-rambut k0ntolku yg tertarik tangan Sela.

Aku membantu melepas celanaku. Kini aku telah telanjang di bagian bawah. Sela dengan ciri khasnya yg agak kasar mengocok k0ntolku. Cengkeramannya sangat kuat di k0ntolku.

“Oh..” aku menahan nafas sambil merasakan kenikmatan yg kuperoleh dari kocokan Sela.

Tanganku ikut bergerak ke balik rok mininya. Aku membuka ritsluiting roknya dari belakang dari menurunkannya. Mudah sekali. Sekalian aku melepas celana dalamnya. Jariku langsung menyelinap di selangkangannya. Memeknya sudah basah kuyup! Bulu-bulu memeknya tdk lebat.

Aku menggosok lembut memeknya. Beradu lihai dengan jari Sela yg juga mengocok k0ntolku. Sementara bibir Sela kembali mencari bibirku. Wah, benar-benar menyukai kissing, Sela ini. Jariku kemudian merayap menembus memeknya. Aku mengocoknya dengan jariku. Dengan bebas jariku bermain di memeknya. Berputar-putar, menekan, maju mundur dengan banyak variasi lainnya.

“Ochh.. Och.. Ah.. Ach.. mmmmpphhhhh.. Nak.. Ach..” Sela terus meraung.

Tangannya semakin cepat mengocok k0ntolku. Sesekali jempol tangannya mengusap kepala k0ntolku dan menemukan cairan pelumas di k0ntolku. K0ntolku berdenyut makin kencang. Nikmat sekali.

“Troy, ayo masukkan..” pinta Sela. Dia sudah terangsang hebat. Aku bisa merasakan memeknya yg semakin membengkak.

Mudah sekali k0ntolku masuk ke memeknya. Sela sudah sangat siap. Dia mungkin sedang horny berat. Kami pun segera memulai aksi paling nikmat di dunia. Have Sex, making love, bercinta! Apa pun istilahnya, intinya adalah k0ntolku menembus memeknya dan aku menggerakkan k0ntolku maju mundur, berputar-putar dengan irama yg teratur.

Lama-lama kurasakan pantat Sela mempercepat gerakannya. Dia ingin lebih cepat dan keras. Tiap cewek punya ciri khas dan Sela suka yg agak kasar. Aku pun ikut memacu lebih cepat. Ada suara khas yg timbul saat k0ntolku masuk dan keluar dari memeknya. Nikmat, guys! Enak sekali. Keringat kami bercucuran. K0ntolku berdenyut-denyut nikmat. Tubuh kami bergoyang berirama.

“Ohh.. ohh.. ohh..” Sela menjerit agak kuat. Aku sampai mendekapkan tanganku kuatir suaranya di dengar orang dari luar.

Lalu aku merasakan ada cairan yg meleleh keluar. Tubuh Sela bergelinjang. Tangannya mencengkeram erat tubuhku dan memelukku sangat erat. Dia agak bergoncang-goncang dan memek-nya berdenyut-denyut menjepit dan melepas k0ntolku. Sela orgasme. Cepat sekali dia orgasme. Mungkin karena saking horny-nya dia. Ini mungkin adalah ML-ku yg tercepat. Aku memeluknya beberapa saat. Mengusap-usap punggungnya. Memijat tengkuknya dan menciumnya. After orgasm service. Kemudian aku kembali mengocok k0ntolku. Aku mempercepat kocokanku. Aku juga ingin segera sampai ke puncak.

“Kamu udah hampir sampai?” tanya Sela.

Dengan terengah-engah aku menganggukkan kepala. Cairan orgasmeku sudah mendekat. Tiba-tiba Sela berhenti. Dia melepas k0ntolku. Aku sampai terkejut dan heran. Aku belum sampai! Ternyata Sela memasukkan k0ntolku ke mulutnya. Ochhh.. Aku agak bergidik menyadari bahwa Sela tentu akan menelan sendiri cairan memeknya yg menempel di k0ntolku.

“Ayo, bercinta dengan mulutku!” kata Sela.

Tanggung. Aku sudah hampir ke puncak. Segera kugerakkan k0ntolku maju mundur memasuki mulut Sela. Ternyata Sela pintar menjaga agar giginya tdk menyentuh k0ntolku. Lebih enak bercinta dengan memek asli daripada dengan mulut tetapi karena aku memang sudah hampir tiba, aku tdk lama melakukannya. Srreet.. Crreeet.. Crreeet.. Aku menyemprotkan cairan sperma ke mulutnya. Cairan putih kental itu masuk mulut Sela. Dengan lahap Sela menjilati k0ntolku. Dia tampaknya sangat menikmati cairan semen.

“Kamu suka ya?” tanyaku.

Ini adalah pengalaman baruku. Aku harus bertanya. Sela mengganggukkan kepala. Dia tdk menjawab karena masih sibuk menjilati sisa sperma di k0ntolku.

Selesai ngesex kilat, kami kembali berpakaian dan keluar. Karyawan pria yg tadi menerima uang 15.000-ku ternyata dengan setia menjaga di luar. Dia tertawa melihatku sambil berkata..

“Makasih bos! Enak ya si Sela?”
“Makasih jg, Mas! Mas-nya coba sendiri saja!” jawabku.
“Enak saja! Siapa mau dengan dia!” timpal Sela sewot.

Kami berjalan menuju counternya. Di tengah perjalanan aku bertanya padanya mengapa dia begitu horny. Ternyata Sela sudah bersuami dan suaminya sudah beberapa hari sakit sehingga tdk bisa diajak bercinta. Lalu sejak malam Sela sudah begitu horny hingga paginya bertemu denganku dan dia tertarik padaku.

“Wahhh.. Kamu beruntung dong ketemu aku!” kataku menggodanya.
“Enak aja, kamu yg beruntung dapat cewek lagi horny!” Sela mulai kelihatan aslinya. Bicara ceplas ceplos. Bawel. Aku tertawa saja.

Kesempatan bagus, aku bertanya pada Sela tentang arti sex baginya.

“Wah.. Aku sih suka sekali bercinta, Troy! Gak bisa deh bayangin hidup menikah tanpa sex”
“Kalau disuruh memilih cowok berpribadi oke, sabar, baik, pengertian, dan semuanya sempurna. Tapi kelemahannya dia impoten.. Dibandingkan cowok yg perkasa di ranjang, tetapi main pukul, tdk bertanggung jawab, tdk setia, pokoknya pribadinya buruk.. Kamu pilih mana?” pertanyaan yg sama kembali aku tanyakan.

“Waduh.. Susah! Untung suamiku baik dan juga tdk impotent, walaupun tdk sepintar kamu cara merangsangnya.”
“Itu bukan jawaban dari pertanyaanku. Ini cuma misal kok.” Desakku.
“Hmm.. Sebentar.. Aku bayangin dulu hidup tanpa sex dibanding hidup tanpa kasih sayang..” benar juga. Sela membandingkan hal yg penting.
“Aku pilih yg pribadinya baik deh..” jawab Sela.

Fuh.. Aku lega mendapatkan jawaban spesifik.

“Kenapa?” tanyaku.
“Aku masih bisa tanpa sex satu minggu. Tapi aku jelas tdk bisa tanpa kasih sayang selama satu minggu. Kira-kira kalau dipaksakan, tetap aku pilih yg pribadinya bagus..” jawab Sela. Bacaan sex top: Cerita Dewasa IGO Making Love Dengan Pemilik Salon

Ini point yg aku harapkan. Sela memberikannya.

“Makasih jawabannya. Semoga suamimu kelak impotent..” gurauku sambil tertawa.

Sela marah-marah. Dia memukulku.

“Enak aja!” kami sama-sama tertawa.

Lalu kami masuk ke counternya yg ternyata sudah buka dan aku membeli casing transparan yg sebenarnya jenisnya tdk terlalu aku sukai. Di counter sebelumnya juga ada. Tapi karena faktor Sela, aku beli saja. Lalu aku pulang. Belum lama berjalan keluar counter, tiba-tiba Sela berlari keluar.

“Troy.. Kamu lupa kembaliannya..”
“Ah.. Buat kamu aja deh. Gitu aja lho. Oh ya, Sela.. Kalau apa-apa lagi, hubungi aku ya!” Sela tersenyum menganggukkan kepala.
“Oh ya, Troy. Kalau suamiku impoten atau tdk perkasa lagi, aku akan cari kamu. Haha..” candanya.

Lalu aku berjalan pulang menuju tempat parkir mobil. Sampai rumah aku baru sadar bahwa aku belum bertukar nomor handphone dengan Sela. Wah.. Lain kali saja aku ke counternya lagi.

Kadang keberuntungan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Seandainya aku tdk pernah berani menghampiri Sela, mungkin tdk akan pernah terjadi hubungan singkat dan cepat yg aku alami dengannya. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

DOWNLOAD APLIKASI BOKEP

DOWNLOAD APLIKASI CERITA SEX

Cerita Sex Kenikmatan Mahasiswi

Cerita Sex Kenikmatan Mahasiswi
Cerita Sex Kenikmatan Mahasiswi

Cerita Sex Kenikmatan Mahasiswi Lebih Di bacacerita.net Saya seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Panggil saja saya Borris. Cerita ini merupakan kisah nyata saya yang sampai saat ini masih berlangsung meskipun saya akui saya jenuh dan ingin mencari pengalaman lain dengan wanita yang berbeda pula.

Cerita berawal dari kisah pacaran saya dengan Mia, seorang mahasiswi yang berbeda kampus dengan saya. Setelah saya berpacaran dengannya selama dua bulan, barulah Mia menampakkan sisi kehidupan aslinya, bahwa dia penganut seks bebas. Keadaan itu saya ketahui dari perkataannya sendiri ketika saya selesai makan dengannya di sebuah warung mahasiswa khas Yogyakarta. Ketika itu dia cerita kalau selama tiga bulan dia tidak pernah disentuh lelaki termasuk saya. Maksudnya tentu saja merasakan kenikmatan seksual yang selama ini dipenuhinya dari mantan pacarnya yang terdahulu sebelum saya. Kontan saya kaget berat mendengar hal itu. Batang kemaluan saya langsung tegak dan seakan ingin loncat keluar.

“Kenapa kamu tiba-tiba jadi horny begini..?” tanya saya.
“Aku tiga hari ini habis nonton BF bareng temen- temen kosku..,” jawabnya, “Ayolah.., kamu mau ya..?” pintanya.

Aku semakin tidak karuan mendengar permintaannya itu sambil menggelayut di lenganku dengan manja. Akhirnya kuputuskan untuk meladeninya, meskipun aku belum pernah melakukannya sama sekali dengan wanita manapun. Dia tampak senang sekali mendengar kesediaanku meladeninya malam itu. Di kepalaku mulai timbul pikiran-pikiran yang kotor sambil berfantasi dengan kemolekan tubuhnya yang sintal, langsing dan berisi itu (payudaranya berukuran 34 A, kira-kira segitu deh). Seketika saja motorku langsung kubawa ke arah tempat kost-nya yang memang bebas, dan laki-laki boleh masuk, karena memang tetangga sekitar berjarak agak berjauhan dengan rumah itu. Sampai di kost-nya, aku memarkirkan motorku dan langsung digandeng masuk ke dalam kamarnya.

Teman-teman satu kost-nya langsung saja mengejek kami ketika kami baru saja masuk, “Waaahh, sudah kebelet ya.. abis yang kemarin itu..?” kata salah seorang dari mereka dan langsung disambut sorakan yang lainnya.

Aku hanya diam saja, sedang Mia tertawa kecil sambil berkata, “Biarin..! Orang gue juga kepengen kok..!”

Sesampainya di kamar, Mia bergegas mengunci pintu dan langsung menubrukku sampai aku tersungkur di kasurnya. Dia mulai menerkam bibirku dengan ciumannya yang penuh nafsu. Aku sudah tidak ada pikiran untuk menghentikan tindakannya itu. Aku langsung meladeni ciumannya yang ganas itu dengan ganas pula. Tangan Mia mulai merayap di kemaluanku yang masih tertutup celana. Aku tidak mau kalah juga, kusergap payudaranya dengan remasan yang lembut sambil kulepaskan satu persatu kancing bajunya.

Akhirnya dia pun berdiri karena melihatku mulai bernafsu dan sudah mulai membuka bajunya. Dia mulai membantuku membuka bajuku hingga celana dan sekaligus celana dalamku terlepas dari tubuhku dan dilemparkannya saja ke tepi ranjangnya. Begitu juga sebaliknya, kulucutkan pakainnya hingga kami sama-sama telanjang bulat. Tanpa pikir panjang, aku direbahkannya di atas kasur dalam posisi duduk, dan kini wajahnya sudah berada tepat di depan batang kejantananku yang sudah tegak berdiri.

“Aku kangen sama kemaluan lelaki..!” katanya sambil mengocok-ngocok lembut batang kemaluanku.

Aku semakin menggeliat. Baru pertama kali batang kemaluanku dikocok sama cewek. Kocokannya semakin terasa dan aku semakin mendesah hebat. Tidak sampai dua menit dia mengocok, tiba-tiba mulutnya diarahkannya ke batang kejantananku dan ia pun mulai mengulumnya. Gila..! Sensasi yang luar biasa. Aku terkesan dengan permainan mulutnya, sesekali dihisap, dimainkan menggunakan gigi, dikulum, dijilat dan banyak lagi deh.

Setelah agak lama dan aku juga sudah mulai sangat terangsang, kuangkat dia ke sebelahku dan sekarang aku yang berlutut di lantai, sedang Mia yang sekarang duduk di kasur. Aku sudah tidak tahan ingin mencoba merasakan menjilati miliknya yang gundul tanpa ada selembar bulu pun itu, karena tampaknya Mia sudah mencukurnya. Aku memulai dengan mempermainkan vaginanya terlebih dahulu menggunakan jari- jariku.

“Sssttt… aaahhh… terus..!” rintihnya ketika jariku mulai memasuki daerang liang senggamanya.

Aku mulai mempermainkan nafsunya dengan jari-jariku, dia mulai meronta dengan mengangkat-angkat pantatnya. Tidak lama setelah itu aku mulai menjilati dengan segala macam cara di lembah yang gersang itu, mulai dari kumasukkan lidahku ke lubangnya sampai kuputar-putar di lipatannya yang membuat Mia semakin meronta bagaikan orang yang kerasukan birahi. Sekitar 10 menit aku memainkan liang senggamanya, Mia mulai tidak tahan.

“Maaass… akuuu.. maauu.. keluarr… aaahhh… masukin aja pake… batangmu… Mass.., uuuhh… aaahh..!” rontanya sambil mengangkat-angkat terus pantatnya, sedangkan kepalaku masih ditekannya, seakan dia minta jangan dilepaskannya lidahku pada lembahnya.

Aku tidak mempedulikan rintihannya hingga suatu saat, “Seerr… haaahh… haaahh..!” Mia mengelinjang hebat merasakan orgasmenya. Liang kemaluannya tetap tidak kubiarkan menganggur, aku masih mempermainkan liangnya itu dengan jariku. Mia masih meronta. Langsung dia sergap batanganku, dikocoknya dan dikulumnya dengan penuh semangat. Aku sedikit meronta karena seakan Mia membalas perlakuanku padanya.

Akhirnya aku langsung saja merebahkannya dalam posisi telentang, aku mulai membimbing batang kejantananku yang masih tegang hebat itu ke liang senggamanya, dan, “Slepp..!” batangankusudah masuk penuh. Ketika rudalku itu masuk penuh, Mia merintih, ” Haaahh.. Maaasss.. goyang..!” rintihnya manja. Kuturuti saja kata-katanya, aku mulai menggoyang pinggulku dan menyodok- nyodok lubang kenikmatannya dengan batang kejantananku.

Rintihan demi rintihan bergantian keluar dari mulut kami. Sampai akhirnya Mia semakin menggelenjang tidak menentu, aku tahu kalau dia sudah mau orgasme lagi. Melihat gejala itu, langsung saja kupercepat gerakanku sampai akhirnya, “Serr.. serr.. serr..!” keluarlah cairan kenikmatan itu dari liangnya.

“Stop… Stoop dulu… hhuuhhh… huuhh.. haaahh, jangan.. dicabut Mas..! Biarin aja..” pintanya. Aku pun tidak mencabut kemaluanku dan seketika kurasakan batang kejantananku dihisap-hisap liang vaginanya, gilaa..! nikmat sekali. Tidak lama kemudian aku dibaringkan ke kasur dengan posisi telentang. Kini posisi Mia ada di atas dalam keadaan duduk sambil mengocok batanganku dan membimbing lagi ke arah liang kemaluannya.

“Sleepp..!” “Oohh.. liangmu enak banget Say..!” kataku.
“Punya kamu juga bikin aku gila Mas..!” katanya sambil menaik-turunkan tubuhnya di atas tubuhku.

Tanganku tidak diam saja, kuraih payudaranya dan kukulum, kuhisap payudaranya bergantian sambilkumulai meremas bergantian tanpa berhenti. Rontaan Mia semakin hebat dan semakin kelojotan dia. Aku pun mulai tidak tahan, karena posisi inilah yang paling kusukai, karena tangan dan mulutku tidak akan berhenti hinggap di bagian tubuh wanita yang paling kusukai, yaitu payudara. Setelah sekitar 15 menit kami saling menggenjot birahi, akhirnya rasanya aku tidak dapat lagi menahan keinginanku meledakkan laharku.

“Saayy… aku maauuu keluar Saayy..!” rintihku.
“Tunggu aku Massss… ntar keluarnya aku kocokin aja..!” kata Mia yang membuatku kaget setengah mati dan langsung membayangkan bagaiamana nikmatnya dikocokin tangannya ketika mau orgasme.

Tidak berapa lama kemudian, aku merasakan jepitan pangkal paha Mia semakin keras, dan rontaannya semakin tidak beraturan, sedangkan aku juga sedikit mulai merasakan mau keluar. Seketika batang kemaluanku merasakan adanya cairan yang mengguyur dari dalam rahimnya sambil Mia terlihat kelojotan tidak beraturan. Aku belum merasakan mau keluar juga saat itu.

“Mia, keluarin aku juga dong. .!” pintaku merintih sambil meremas buah dadanya yang ranum itu. Seketika dia sudah mengocok batang kejantananku dan langsung membasahinya dengan ludahnya,dihisapnya dan dikulumnya layaknya sedang makan es krim. Tidak ada semenit aku sudah menumpahkan air maniku ke lehernya sambil kocokannya terus jalan tidak berhenti. Setelahitu dia membersihkan batang rudalku dengan jilatannya.

“Aku ntar malem pengen lagi ya..?” pintaku.
“Aku juga pengen lagi kok Mass..!” katanya dengan disertai ciuman lembut di bibirku.

Sejak saat itu aku mulai ketagihan hubungan seks dan kami berdua tidak pernah sungkan-sungkan lagi kalau lagi ingin melakukan hubungan seks. Pernah kami melakukannya sehari tiga kali. Bahkan kami pernah hanya melakukan 10 hari dengan oral seks saja, mengingat saat itu Mia baru menstruasi. Namun petualangan seksku belum berhenti sampai disitu.

Pernah suatu ketika, permainan hubungan seks kami diintip Ibu kost Mia dan dua orang teman kost-nya. Hingga saat Mia sudah lulus dan kembali ke kota asalnya, aku masih tetap main ke kost Mia karena setelah kepergian Mia, aku jadi simpanan Ibu kost Mia dan seorang teman kost Mia yang juga pernah mengintip kami melakukan hubungan seks itu sampai sekarang.

Blog at WordPress.com.

Up ↑